Hari Kesehatan Internasional: Diperingati Setiap 7 April, Tepat Terbentuknya WHO

Hari Kesehatan Internasional: Diperingati Setiap 7 April, Tepat Terbentuknya WHO © mili.id

Ilustrasi/iStock: fllo

mili.id - Hari Kesehatan Internasional (Health International Day) diperingati setiap 7 April setiap tahunnya.

Tujuan dari peringatan ini adalah untuk mengingatkan pentingnya kesehatan bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan. Tak hanya kesehatan tubuh, kesehatan mental juga termasuk.

Baca juga: AKI Jawa Timur Turun Jadi 68,7, Lampaui Target WHO

Acara yang didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) ini, juga untuk menghargai peran yang sangat vital dari bidang medis dalam perkembangan peradaban manusia.

Sejarah Terbentuknya WHO

Menurut sejumlah sumber, saat Perang Dunia II mereda, negara-negara bersatu membentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan memilih membentuk badan kesehatan global sebagai perpanjangan tangan PBB.

Maka, pada 7 April 1948, Organisasi Kesehatan Dunia didirikan untuk "mencapai tingkat kesehatan setinggi mungkin oleh semua orang".

Organisasi yang berada di badan PBB ini bertugas mengatur dan mengkoordinasikan isu-isu kesehatan global. Mandat WHO adalah memastikan tercapainya kualitas kesehatan terbaik bagi seluruh umat manusia.

Sejak saat itu, setiap tahunnya, tanggal ini menjadi momentum bagi masyarakat dunia untuk mengingat kembali komitmen mereka terhadap kesehatan sebagai hak asasi manusia yang fundamental.

Baca juga: WHO Waspadai Penyebaran Hantavirus dari Hewan Pengerat

Tema Hari Kesehatan Internasional 2024

Dilansir dari WHO, tema Hari Kesehatan Internasional 2024 adalah 'Kesehatanku, Hakku'.

Tema itu dipilih untuk memperjuangkan hak setiap orang, di mana pun, untuk memiliki akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan informasi berkualitas, serta air minum yang aman, udara bersih, nutrisi yang baik, perumahan berkualitas, kondisi kerja dan lingkungan yang layak, dan kebebasan dari diskriminasi.

Selain itu, Hari Kesehatan Sedunia juga merupakan waktu untuk merefleksikan tantangan dan hambatan dalam mencapai kesehatan yang optimal bagi semua orang.

Baca juga: Tanggapan Purbaya soal Jokowi yang Sebut Whoosh Bukan Cari Laba

Masalah seperti ketidaksetaraan dalam akses terhadap layanan kesehatan, krisis obat-obatan, perubahan iklim, dan epidemi penyakit itu menuntut respons global yang koordinatif dan komprehensif.

Meski demikian, lewat momen Hari Kesehatan Internasional, negara-negara berkembang dapat memperkuat kerjasama internasional dalam penelitian medis, pertukaran teknologi kesehatan, dan pembangunan kapasitas kesehatan.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait