Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek Fitra Arda didampingi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Endah Budi Heryani memberikan penghargaan kebudayaan kepada sejumlah pemilik lahan bersejarah di Kabupaten Mojokerto, Rabu (2
Mojokerto - 39 warga tiga kecamatan di Kabupaten Mojokerto mendapatkan penghargaan kebudayaan dari Kemendikbudristek RI melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur, usai dilakukan pembebasan lahan di tiga lokasi bersejarah, Rabu (27/3/2024).
Tiga lokasi bersejarah itu berada di Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo; Desa Klinterojo, Kecamatan Sooko; dan Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan. Mereka pun berharap pembebasan lahan ini membawa manfaat bagi warga sekitar.
Salah satu warga Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Trowulan, Ria Alfiana (35) yang lahannya berada di area ring tiga lokasi Situs Kumitir berharap, pembebasan lahan yang diperuntukkan untuk ekskavasi lanjutan terkait keberadaan sejarah Kerajaan Majapahit salah satunya di sekitar Kumitir bisa mengangkat perekonomian warga sekitar.
"Harapannya pastinya dengan pembebasan lahan ini bisa memberikan manfaat. Semisal nanti jadi komplek wisata sejarah yang dikenal luas, kan warga bisa berjualan. Jadi membuka peluang kerja juga kan," ucapnya.
Ria mengaku pembebasan lahan sudah sejak bulan Desember 2023 lalu. Di mana masing-masing lahan yang dimilikinya berukuran 1.290 meter persegi dan 1.050 meter persegi. Dengan nominal sekitar Rp 250.500 per meter.
Sementara Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI, Endah Budi Heryani menuturkan, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi pemerintah Dirjen Kemendikbudristek kepada pihak yang telah membantu pemeliharaan dan pelestarian cagar budaya.
Warga Mojokerto yang mendapatkan Penghargaan Kebudayaan
Ganjaran penghargaan ini diserahkan berkat kontribusi warga karena telah berbesar hati menyerahkan lahan pribadi miliknya untuk dikelola pemerintah sebagai aset negara.
Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian
"Harapan kami, semoga kegiatan ini bisa membawa manfaat bagi semua," tutur Endah.
Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, Fitra Arda menambahkan, saat ini pemerintah pusat memprioritaskan revitalisasi cagar budaya, salah satunya di Trowulan.
"Tentunya ini perlu dipastikan dengan proses yang sangat cepat dan harus dimonitor terus dengan bantuan kades, camat dan masyarakat," ujar Fitra usai memberikan penghargaan kebudayaan tersebut.
Fitra menyampaikan rasa terima kasih kepada warga yang telah melakukan tata kelola pembebasan lahan situs ini. Dukungan warga tersebut mampu memberikan kontribusi dalam pelestarian cagar budaya ini untuk dinikmati generasi penerus.
Pelestarian cagar budaya dapat menjadi bentuk keseriusan pemerintah untuk membuktikan kejayaan sejarah yang dimiliki Indonesia.
Ia pun berharap, dengan dibebaskannya tanah oleh warga ke pemerintah ini akan memudahkan pelestarian serta bisa memberikan dampak bagi masyarakat sekitar, seperti terbentuknya destinasi wisata berbasis budaya.
"Ke depannya, kita tidak ingin sejarah itu hanya sekadar cerita, tapi ada buktinya seperti pembebasan tanah ini tadi," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
