Forum Kebangsaan Jatim Gelar Kajian Ekonomi Pasca Pemilu 2024 (Foto: Bejo/mili.id)
Surabaya - Forum Kebangsaan Jatim menggelar kajian ekonomi dalam rangka harkamtibmas pasca pemilu di bulan suci ramadan.
Kegiatan ini bertujuan menjaga pertumbuhan ekonomi dan keutuhan bangsa melalui peran serta masyarakat Jawa Timur, dengan tidak mudah terprovokasi dalam menyikapi hasil pemilu.
Baca juga: Expo Konstruksi Jatim 2026 Digelar, Tampilkan Inovasi Teknologi dan Material Bangunan Masa Depan
Kajian ekonomi pasca pemilu yang dilakukan Forum Kebangsaan Jatim ini digelar di salah satu rumah makan kawasan Wonocolo, Surabaya ini dihadiri sejumlah tokoh dan ratusan masyarakat, Rabu (27/3/2024).
Ketua Forum Kebangsaan Jatim, Ahmad Jazuli berharap, setelah pemilu masyarakat Jawa Timur kembali beraktivitas seperti biasa dan tidak melibatkan politik dalam kegiatan sehari-hari, tidak mudah terprovokasi, sehingga kerukunan antar masyarakat tetap terjaga.
"Pemilu sudah usai. Saatnya kita menjaga keutuhan bangsa, dan fokus menjaga pertumbuhan ekonomi dengan kembali menjalani aktivitas seperti biasa," ungkap Jazuli.
Penegasan serupa juga disampaikan Ketua KPID Jatim, Immanuel Yosua. Dia berharap masyarakat Jawa Timur turut menciptakan situasi adem dilingkungan masing-masing.
Baca juga: Semangat Berbagi Idul Adha, PLN Group Jatim Tebar Ribuan Paket Kurban
"Pemilu sudah usai. Apapun hasil pemilu yang diputuskan KPU harus kita terima. Apalagi saat ini umat Islam menjalankan bulan puasa, dan umat Kristen menjalankan Hari Paskah," terang Yosua.
"Kita Harus tetap berpegang teguh terhadap persatuan dan kesatuan. Saya sampaikan kepada seluruh masyarakat Jatim. Ayo kita perbanyak amalan di bulan suci ramadan dan tinggalkan permasalahan pemilu," tegasnya.
Sementara I Nyoman Bintare Prayudi, selaku Ketua Majelis PHDI Jatim menyebut bahwa kajian ekonomi ini bertujuan untuk menjaga keselamatan bangsa dan negara pasca Pemilu 2024.
Baca juga: Inovasi Pendidikan Jatim Melesat, Kemendagri Sebut Jadi Contoh Nasional
Prayudi mengakui secara pribadi jika pada pemilu yang lalu memiliki pilihan sendiri dan kemungkinan kalah. Meski begitu, apapun hasil pemilu yang diputuskan KPU harus bisa diterima dengan baik.
"Saya juga mengajak kepada seluruh masyarakat Jawa Timur agar dapat menerima siapapun pemenang pemilu, tanpa perlu membuat keributan," pintanya.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan doa bersama untuk persatuan bangsa, dan diakhiri buka puasa bersama.
Editor : Narendra Bakrie
