Potret Pengungsian Warga Pulau Bawean Terdampak Gempa

Potret Pengungsian Warga Pulau Bawean Terdampak Gempa © mili.id

Potret pengungsian warga terdampak gempa di Dusun Tanjunganyar, Desa Lebak, Pulau Bawean, Gresik (Foto-foto: Rama Indra/mili.id)

Gresik - Rentetan gempa membuat 9.648 warga Pulau Bawean, Gresik mengungsi ke tempat aman sejak Jumat (22/3/2024).

Mereka mengungsi karena takut gempa susulan yang mungkin saja lebih besar. Belum lagi rumah yang mereka tempati selama ini juga rusak akibat guncangan gempa.

Baca juga: Haul ke-71 Habib Abu Bakar Assegaf Siap Digelar, Ratusan Ribu Jemaah Diprediksi Padati Gresik

Dari pantauan mili.id, mereka mendirikan tenda dekat kandang kambing. Belaskan terpal dan selimut seadanya. Kedatangan tim gabungan, termasuk BPBD Gresik pada Sabtu (23//4/2024), menjadi pelipur mereka.

Potret pengungsian warga terdampak gempa di Dusun Tanjunganyar, Desa Lebak, Pulau Bawean, GresikPotret pengungsian warga terdampak gempa di Dusun Tanjunganyar, Desa Lebak, Pulau Bawean, Gresik

"Mengungsi di sini sudah sejak 2 hari lalu, Jumat (22/3) siang. Ketika gempa kedua (magnitudo 6,5-paling besar) terjadi," terang Misnawati Dewi (50), warga Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura kepada mili.id di Pulau Bawean pada Sabtu malam.

Meski lokasi pengungsian berada di samping kandang kambing, Misnawati mengaku hal itu tidak masalah. Karena menurutnya lebih baik bertahan di tempat lapang tersebut.

Dia berharap agar keadaan segera benar-benar aman, sehingga dirinya dan keluarga bila kembali lagi ke rumah.

Baca juga: Mengenang KH Umar Al Faruq, Sang Ulama Sepuh yang Memilih Bersembunyi dari Kemasyhuran di Randupadangan

Potret pengungsian warga terdampak gempa di Dusun Tanjunganyar, Desa Lebak, Pulau Bawean, GresikPotret pengungsian warga terdampak gempa di Dusun Tanjunganyar, Desa Lebak, Pulau Bawean, Gresik

"Yang mengungsi di sini itu, ada yang rumahnya rusak dan ada dindingnya retak. Memilih bertahan di sini, ditakutkan saat kami kembali ke rumah, ternyata ada gempa susulan lagi," ungkapnya.

"Ini sebelah kandang kambing. Mau gimana lagi, kebetulan kan ini ada tanahnya lapang. Kalau bau, ya bau mas, cuman ditahan. Yang penting kami aman," tambah Misnawati.

Baca juga: Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Pangandaran Saat Subuh, Getaran Terasa hingga Garut dan Tasikmalaya

Misnawati belum tahu sampai kapan bekal mengungsi. Dia hanya bisa berharap agar rentetan gempa segera hilang.

"Nggak tahu sampai kapan mengungsi, belum tahu ini tenangnya sampai kapan. Kita tidak bisa tenang. Anak anak juga tidak tenang. Sekolah pun turut di liburkan tidak pasti. Semuanya ketakutan," tuturnya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait