Push Bike Bumble Bike di Kota Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Puluhan anak usia dini yang tergabung dalam Komunitas Bumbleride terlihat bersemangat saat menaiki sepeda tanpa pedal atau push bike di halaman Sentra IKM Kota Mojokerto.
Yah, mereka yang berusia 2 hingga 6 tahun tersebut berlarian dengan lincah dan gesit saat diberi aba-aba dimulainya latihan bersama.
Mereka bersiap dengan memasang helm sebagai pengaman kepala, dan mengambil posisi di garis start untuk memulai latihan balap sepeda yang sedang populer ini.
Tanpa ada rasa takut, anak-anak ini mulai menggerakkan sepeda, hanya dengan dorongan kaki, sesuai kategori usia.
Begitu pula saat mengerem laju sepeda hanya menggunakan kaki untuk menahan ke tanah atau landasan di area latihan. Ketangkasan dan adrenalin anak-anak pun terpacu.
Segudang manfaat inilah yang membuat Nurfita (31), warga Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto memilih mengikutkan putra semata wayangnya Reymauza Al-Fatih (5) bergabung dengan club push bike pertama di Kota Onde-onde.
Rey-sapaan akrab anaknya ini, diakui Nurfita memiliki tantrum sejak kecil. Sehingga ia mencari cara untuk mengarahkan energi berlebih tersebut bisa bermanfaat bagi tumbuh kembang anaknya dengan menyalurkannya melalui push bike.
"Awalnya dia gak beranian, terus tantrum sering nangis. Jadi saya ikutkan komunitas ini (push bike bumble ride) nyoba-nyoba sejak umur 3 tahun. Ternyata ngefek banget, buat anak berani, dia suka," paparnya.
Bahkan, Rey menjadi salah satu anak yang berprestasi di komunitas push bike Bumble Ride Kota Mojokerto sejak dua tahun ini. Ia kerap kali mendapatkan juara 1 maupun juara 2 disetiap kompetisi yang diikutinya di Jawa Timur.
"Aku pernah juara 1, juara 2 di Surabaya, Malang, terus Surabaya. Sepeda ini kan gak boleh jalan harus lari, badan gak boleh ke arah atas," ucapnya saat beristirahat.
Push Bike Bumble Bike di Kota Mojokerto
Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung
Tak hanya Rey, Alena Putri Darma (3), putri dari Pipit Indah Setyaningrum (35) warga Lingkungan Bancang, Kecamatan Magersari juga acapkali menyabet juara di setiap gelaran kompetisi push bike.
Dari 15 kali kompetisi, Alena sudah tiga kali menyabet juara 1. Sedangkan lainnya berada di posisi 2 dan 3. Kemampuan ini sendiri didapatnya berawal dari hobi dan coba-coba mencari sepeda balance. Hingga akhirnya ikut dalam komunitas.
Alena pun menjadi anak yang lebih fokus, memiliki keseimbangan, dan kaki menjadi lebih kuat.
"Baru satu tahun ikut komunitas, awalnya karena nyari sepeda balance biar bisa naik sepeda, referensi di Google terus dibelikan dulu. Kalau sekarang dia sudah rutin latihan endurance sendiri di sekitar rumah, kalau latber seminggu dua kali," beber Pipit.
Club push bike Bumbleride sendiri rupanya diprakarsai pasangan suami-istri yang merupakan atlet ISSI Kota Mojokerto Tri Kurniasari (35) dan pelatih Timnas Balap Sepeda Robert Wijaya (40) pada Tahun 2020. Tepatnya saat Pandemi Covid-19 melanda, di mana dirinya dan suami harus WFH.
Baca juga: Bukan Juara Utama, Tapi Prestasi Christopher Kevin Yuwono Bikin Namanya Makin Bersinar
Momen inilah yang membuat mereka punya banyak waktu untuk melatih ketiga anaknya yang memang menyukai olahraga push bike sejak usia dini. Dan gemar mengikuti perlombaan-perlombaan adu ketangkasan di sejumlah daerah. Seperti Surabaya, Yogjakarta.
Alhasil, dari kedisplinan dan keuletan mereka dalam melatih anak-anaknya membuat salah satu toko sepeda kenamaan memberikan sponsorhip dan meminta mereka membuat nama tim untuk squadnya.
"Karena anak aku ada yang suka robot akhirnya kita kasih nama Bumbleride. Dan di Mojokerto sendiri belum ada push bike memang saat itu," ucap Nia sapaan akrabnya.
Kini di Tahun 2024, member club push bike Bumble Ride mencapai 70 anak. Eksistensi komunitas olahraga keseimbangan ini semakin terlihat usai Ketua ISSI Kota Mojokerto Agung Moeljono memfasilitasi event perdana push bike pada 28 November 2022 lalu.
"Ditambah juga ISSI Kota Mojokerto aktif yang disuport Pak Agung, kami dibuatkan pertama kali lomba pushbike sendiri, jadi masyarakat mulai tahu, dari bertiga dan sekarang jadi 70 orang member," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
