At Ta'awun Tower UM Surabaya (Foto: Humas UM Surabaya for mili.id)
Surabaya - At Ta'awun Tower adalah gedung 23 lantai milik Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, yang bakal diresmikan pada Sabtu, 9 Maret 2024.
Gedung dengan nuansa putih, merah dan hijau tersebut digadang-gadang menjadi salah satu gedung universitas tertinggi di Indonesia.
Baca juga: Gerak Cepat Anas Karno, Keluhan Air Bersih Langsung Ditindaklanjuti
Lantas apa saja keunikan At Ta'awun Tower 23 lantai UM Surabaya? berikut rangkumannya:
1. Salah Satu Gedung Tertinggi di Indonesia
Gedung At Ta'awun Tower terdiri dari 23 lantai dengan lantai dasar (basement) sebagai lahan parkir.
Selain kualitas pendidikan yang menjadi daya tarik, ketinggian At Ta'awun juga bisa menjadi pemikat calon mahasiswa karena bangunan yang megah hingga mencakar langit.
Menggunakan kaca warna putih gelap terlihat sangat menarik, tampak lebar dari depan dan ramping dari sampingnya.
Saat malam hari, gedung ini akan tetap terlihat gagah dengan lampu-lampu yang menyala. At Ta'awun Tower merupakan gedung yang sengaja dibangun dengan desain urban di Pusat Kota Surabaya.
2. Gedung Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi dengan Fasilitas Terlengkap
At Ta'awun Tower akan menjadi gedung bagi Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UM Surabaya. Semua aktivitas mahasiswa FK dan FKG akan menjadi satu kesatuan di gedung ini.
Gedung 23 lantai ini, juga akan difungsikan sebagai Ruang Dekanat Fakultas Kedokteran, Ruang Dosen FK, Lab Parasitologi, Lab Patalogi Klinik, Lab Histologi/Biomedik, Lab Farmokologi, Skill Lab, Ruang Osce, Skill Lab Tutorial, Skill Lab, Skill Lab Tutorial, Skill Lab dan Student Center Perpustakaan.
Kemudian Ruang Dosen Fakultas Kedokteran Gigi dan Mulut, Ruang Manekin, Ruang Kuliah dan Lab Biologi Oral, Ruang Baca dan Ruang Tutorial, Ruang CBT, Ruang Teater 1, Ruang Teater 3, Senat dan Ruang Rapat, Auditorium, Basement Lantai Parkir Motor dan ruang-ruang strategis lain.
Kehadiran gedung tersebut semakin menegaskan bahwa FK dan FKG UM Surabaya memiliki fasilitas penunjang terlengkap.
Baca juga: HUT Bhayangkara Jadi Momentum BRI Jemursari Perkuat Sinergi dengan Polda Jatim
3. Angka Ganjil Bukan Angka Sial
Angka 23 atau ganjil dipercaya sebagai angka sial bagi sebagian orang. Dalam pembangunan At Ta'awun Tower ingin merubah stereotipe banyak orang soal angka keberuntungan dan angka kesialan.
Angka ganjil yang dianggap sial hanyalah mitos dan legenda yang telah dipercaya oleh banyak orang. Seluruh civitas akademika UM Surabaya percaya dan yakin bahwa 23 lantai UM Surabaya akan membawa banyak kebaikan, perubahan bagi perkembangan UM Surabaya, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.
4. Mempunyai View Menarik
Bagi mahasiswa yang ingin melihat laut secara lepas, keindahan Kenpark dan Jembatan Suramadu bisa dinikmati secara langsung dari ketinggian At Ta'awun Tower.
Saat malam hari mahasiswa akan melihat keindahan Suramadu dengan kerlap-kerlip lampunya yang panjang sepanjang jembatan yang memikat mata siapa saja yang memandang.
Selain bisa melihat tempat-tempat yang menjadi icon Kota Surabaya, mahasiswa juga bisa melihat kemegahan gedung-gedung tinggi pemukiman penduduk dari atas secara langsung.
Baca juga: PALM PARK Surabaya Hadirkan Staycation Seru Saat Libur Sekolah
5. Punya Beberapa Ruang Teater Layaknya Bioskop
At Ta'awun Tower memang menjadi pusat pembelajaran FK dan FKG UM Surabaya. Namun pada lantai 20 dan 21, mahasiswa akan menemukan ruangan yang disulap layaknya bioskop, mulai bentuk kursi dan tata letaknya.
Namun, ruangan ini tidak digunakan sebagai ruang menonton film, melainkan ruang pembelajaran, perkuliahan dan pertemuan.
6. Peresmiannya Bakal Dihadiri Sejumlah Tokoh Penting
Peresmian At Ta'awun Tower pada Sabtu 9 Maret, akan menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum Pimpinan Pusat PP Muhammadiyah (Haedar Nashir), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudaayaan RI (Muhadjir Effendy), Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin).
Turut hadir Gubernur Jawa Timur (2019-2024) Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur (Irjen Pol Imam Sugianto), Wali Kota Surabaya (Eri Cahyadi), Rektor UM Surabaya (Sukadiono) dan beberapa tokoh penting lainnya.
Editor : Narendra Bakrie
