Cara Polisi Tekan Fatalitas Kecelakaan Libatkan Milenial di Kota Mojokerto

Cara Polisi Tekan Fatalitas Kecelakaan Libatkan Milenial di Kota Mojokerto © mili.id

Kasatlantas Polres Mojokerto Kota, AKP Sudirman saat sosialisasi on the spot dan membagikan cokelat bersama polwan kepada siswa tertib berkendara (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto - Satlantas Polres Mojokerto Kota melakukan sosialisasi on the spot dan bagi-bagi cokelat di sekolah selama Operasi Keselamatan Semeru 2024.

"Hal ini kami maksud untuk menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas, utamanya pada adik-adik sekolah yang merupakan kaum milenial," ujar Kasatlantas Polres Mojokerto Kota, AKP Sudirman.

Baca juga: Gandeng Polda Jatim, Satlantas Polres Malang Edukasi Keselamatan Berkendara di Pasar Karangploso

Sosialisasi tahap pertama yang membuat para siswa antusias ini dilakukan di pintu masuk Sekolah TNH Kota Mojokerto sejak pukul 06.15 WIB. Di sini masih ditemukan sejumlah siswa yang menggunakan helm tanpa diklik.

Meski begitu, siswa yang tertib berkendara tetap mendominasi dan diapresiasi dengan pemberian cokelat.

"Karena saat ini kita masih sosialisasi, masih ada beberapa yang tidak memakai helm dan mengkliknya. Kita akan berkoordinasi dengan sekolah memberikan tambahan informasi ke siswanya. Dan yang tertib masih banyak, kita kasihkan apresiasi cokelat wujud kasih sayang kepedulian kami," beber Sudirman.

Baca juga: Polda Jateng dan BPOM Bongkar Sindikat Pabrik Obat Terlarang Jenis Ini

Sosialisasi yang dilakukan Satlantas Polres Mojokerto KotaSosialisasi yang dilakukan Satlantas Polres Mojokerto Kota

Menurut Sudirman, sosialisasi on the spot perlu dilakukan secara simultan, sebagai upaya memberikan edukasi sejak awal pentingnya tertib berlalulintas di jalan raya. Agar bisa menjaga keselamatan bagi dirinya maupun pengendara lain.

"Jadi kita perlu melakukan edukasi sejak awal, sehingga mereka tau tata cara berlalu lintas yang benar dan tertib dengan memakai helm atau berboncengan yang lengkap, memakai knalpot yang standar. Lalu tidak melakukan arak-arakan saat pulang sekolah," tegasnya.

Baca juga: Idul Adha Dan Waisak, Tempat Hiburan Sampai Panti Pijat Dilarang Buka di Kota Mojokerto 

Sementara, Kepala SMP TNH Blasius Purwa Atmaja mengaku, sosialisasi on the spot ini sangat membantu sekolah untuk bisa menyentuh langsung individu siswa yang menggunakan motor ke sekolah.

"Sangat berterimakasih sekali. Kalau edukasi misal dari guru rasanya memang kurang tepat. Nah, ini kepolisian datang langsung, edukasi on the spot, jadi bisa memberikan informasi yang baik bagi putera-puteri kita. Biasanya hanya memberi pengarahan di ruangan saja," pungkas Blasius.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait