Forkopimda Bondowoso menanam cabai organik di Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Selasa (27/2/2024) - (Foto: Deni AW/mili.id)
Bondowoso - Pj Bupati Bondowoso, Bambang Soekwanto menjadikan Desa Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari sebagai pilot project Gerakan Serentak Tanam Cabai di Pekarangan (Gas Tancap).
Namun, Bambang tidak puas jika Gas Tancap hanya diterapkan di satu desa saja, melainkan harus meluas. Program ini merupakan inisiasi dari PKK. Di mana warga memanfaatkan pekarangan kosong untuk menanam cabai sebagai penunjang ekonomi.
Baca juga: Polres Bondowoso Amankan DPO Kasus Curanmor di Tol Kalikangkung Jawa Tengah
Ketua PKK Kabupaten Bondowoso, Ratih Soekwanto menyebut bahwa cabai adalah salah satu penyumbang inflasi dan kebutuhan pokok masyarakat.
"Harga cabai mahal membuat resah. Gas Tancap jadi salah satu solusi untuk menjaga daya beli masyarakat," ujar Ratih saat launching Gas Tancap di Desa Lombok Kulon, Selasa (27/2/2024).
Menurutnya, program Gas Tancap selain menekan inflasi, juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Bondowoso.
"Ini optimalisasi lahan pekarangan warga. Dimulai dari rumah tangga tingkat keluarga, kemudian berjenjang dari PKK desa hingga ke kabupaten," bebernya.
Mengenai pola budidaya cabai organik, Buarto, salah seorang petani desa Lombok Kulon menjelaskan caranya.
"Dengan pola organik, tanaman terong bisa panen hanya 21 hari, tomat 17 hari dan cabai 40 hari," ulasnya.
Perawatannya juga mudah dan murah karena hanya menggunakan limbah organik.
Baca juga: HUT Bhayangkara ke-80, Polres Bondowoso Gelar Khitanan Massal dan Cek Kesehatan Gratis di Prajekan
"Bisa dari air leri, bekas cucian ikan dan sisa sayur. Itu bisa disiramkan setiap hari," tuturnya.
Media tanam via polybag diisi tanah dan sekam padi. Untuk setiap 1 kilogram polybag diisi 15cc mikroorganisme.
"Jadi nanti per polybag bakal hidup 150 ribu mikroba yang baik untuk kesehatan tanaman," ulas Buarto.
Sementara Pj Bupati Bondowoso, Bambang Soekwanto mengharapkan Gas Tancap bisa diterapkan lebih luas lagi.
"Bukan hanya di pekarangan tetapi juga di halaman kantor dan sekolah," harap Bambang.
Baca juga: Jumat Berkah Berbagi Polres Bondowoso, 500 Nasi Kotak Dibagikan kepada Jamaah Usai Salat Jumat
Katanya, belum ada gerakan serentak menanam cabai di instansi yang diinisiasi oleh pemerintah daerah.
"Kalau dilaksanakan InsyaAllah ini yang pertama. Bisa-bisa bupatinya nanti didemo pengusaha cabai karena kita gak perlu beli cabai lagi," tutur Bambang.
Saat Bambang menjadi Camat Botolinggo di Tahun 2008 lalu, Desa Lombok Kulon dinobatkan sebagai wilayah pertanian organik.
"Ke depan Lombok Kulon tidak hanya jadi wilayah pertanian organik tetapi juga destinasi wisata organik Bondowoso," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
