Evakuasi jasad pria yang ditemukan di Sungai Gembolo, Mojokerto pada Minggu (18/2/2024) - (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Identitas mayat pria yang ditemukan di aliran Sungai Gembolo, Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto pada Minggu (18/2/2024) kemarin akhirnya terungkap.
Korban diketahui bernama Azar Dwi Prayoga (19), asal Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. Identitas korban terungkap saat Tim Inafis Polres Mojokerto melakukan identifikasi.
Baca juga: Mayat Pria Misterius Ditemukan di Sungai Gembolo, Mojokerto
Faris, kakak kandung korban menyebut bahwa adiknya hilang sejak dua hari lalu.
"Kalau dilihat dari celana yang dipakai, itu adik saya," ujar Faris di RSUD Prof Dr Soekandar, Mojosari, Senin (19/2/2024).
Faris menceritakan, terakhir ia bertemu adiknya pada Jumat (16/2/2024). Saat itu ia dan adiknya akan mengirim pakan ternak menggunakan truk, dengan tujuan Banyuwangi.
Saat perjalanan pulang setelah menurunkan pakan ternak, tepatnya di Simpang Empat Desa Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, korban turun sendiri.
"Pas lampu merah itu dia langsung turun, gak curiga apa-apa saya," ungkap dia.
Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian
Faris bahkan sempat merayu adik kandungnya untuk naik dan kembali melanjutkan perjalanan. Namun upaya tersebut tidak direspon korban.
Faris terpaksa harus melanjutkan perjalanan, karena sudah ditunggu pemilik muatan sayur di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.
"Kalau gak mau pulang dengan saya di sini aja, nanti tak jemput habis bongkar muatan dulu," ucap Faris menirukan perkataannya terakhir pada adiknya.
Selama perjalanan ke Kediri, Faris berusaha menghubungi ponsel korban. Namun panggilan tersebut tidak lagi tersambung, setelah pukul 10.00 WIB, Sabtu (17/2/2024).
"Setelah saya pulang dari Pare mulai sibuk panggilannya. Ketiga kali sudah tidak bisa," bebernya.
Dari situlah komunikasi kakak adik tersebut tak lagi berlangsung. Hingga akhirnya, pada Minggu (18/2/2024) keluarganya mendapatkan informasi dari perangkat desa jika ditemukan mayat pria yang ciri-cirinya menyerupai korban.
Sementara Kapolsek Pungging, AKP Didit Setiawan mengatakan bahwa penyebab tewasnya korban masih didalami, meski keluarga tidak menghendaki proses autopsi.
"Masih didalami (penyebab kematian korban). Kemungkinan dua sampai tiga hari," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
