Evakuasi jasad pria penjual sembako di Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Wanita di Mojokerto itu seketika marah, ketika warga berhasil masuk dengan membuka paksa rumahnya, Jumat (16/2/2024).
Warga terpaksa membuka paksa rumah yang ditempati Ike (35) dan Andreas (65), ayahnya itu, setelah mencium bau tidak sedap dalam dua hari terakhir.
"Kami gedor-gedor pintunya, tidak mau buka. Setelah pintu berhasil kami buka, kami masuk. Tapi dilarang sama putri Pak Andreas. 'Orang tidur kok diganggu', kata anaknya gitu," ungkap Ketua Blok Perum Griya Japan Raya, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Mulyadi (56).
Namun, warga tetap merangsek ke dalam. Dan mereka semaki merasakan bau tidak sedap dari kamar Andreas. Karena tidak berani masuk, warga melapor ke Polsek Sooko.
Dan setelan pintu kamar dibuka, Andreas, yang sehari-hari berjualan sembako itu sudah dalam kondisi meninggal.
Mulyadi menyabut bahwa Ike, putri dari Andreas mengalami gangguan jiwa, sejak ditinggal ibunya meninggal. Sehingga saat proses evakuasi jasad Andreas, Ike diamankan ke tempat lain.
"Anaknya agak stres setelah ibunya meninggal. Dulu sudah berumah tangga, tapi kita tidak tahu sudah cerai apa belum," tambahnya.
Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian
Sementara identifikasi dilakukan oleh Tim Inafis Polres Mojokerto. Setelah selesai, jasad Andreas dievakuasi ke RSUD Dr Wahidin Sudirohusodo, Kota Mojokerto.
Kapolsek Sooko, AKP Suwarso mengatakan bahwa korban ditemukan meninggal dunia di dalam kamar. Posisinya terlentang dengan mengenakan kaos dan celana pendek.
"Kondisi jenazah sudah membengkak. Mulut dan wajahnya rusak. Selanjutnya kita akan lakukan visum," ungkap Suwarso.
Ia menduga bahwa korban meninggal tiga hari yang lalu. Korban terakhir keluar rumah pada saat menggunakan hak suara pada Rabu (14/2/2024) lalu di TPS setempat. Ketika itu, warga menyebut bahwa wajah korban terlihat pucat.
Suwarso juga membenarkan bahwa putri korban berada dalam satu rumah ketika korban meninggal dunia. Akan tetapi, ia belum bisa memastikan putri korban itu mengalami gangguan jiwa atau tidak.
"Jadi informasi dari tetangga, kebetulan dihuni korban dan anaknya, informasinya ada gangguan jiwa. Sementara ini belum bisa memastikan ada tindak kejahatan dari anaknya atau bagaimana. Putrinya sudah kita amankan, kita lakukan penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
