Lokasi salah satu TPS di Jember bersebelahan dengan makam dan tempat pembuangan sampah. (Hatta for Mili.id)
Jember - Tempat pemungutan Suara (TPS) 83 di RT 003/RW 037 Kelurahan Lingkungan Tegal Boto Kidul, Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Sumbersari, Jember terpaksa harus didirikan dekat dengan area permakan dan tempat pembuangan sampah.
Tak ayal di saat proses pemungutan suara berlangsung, warga yang datang otomatis mencium aroma khas sampah dan merasakan suasana berada di permakaman.
Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember
"Sejak beberapa kali pemilu ini kali pertama lokasi tersebut dipakai sebagai TPS. Sebelumnya pernah di musala tapi kurang memadai," kata Ketua RT 003 Hendra Sutarjoe saat dikonfirmasi di lokasi TPS, Rabu (14/2/2024).
Pemilihan lokasi TPS berdekatan dengan area permakaman dan tempat pembuangan sampah sementara warga, kata Hendra, berdasarkan hasil rembug dan musyawarah warga.
"Dengan pertimbangan tempat yang luas, juga tidak berjubel, warga tidak ada yang protes meskipun bau sampah. Jarak lokasi TPS dengan pemakaman dan tempat pembuangan sampah kurang lebih 5 meteran," paparnya.
Terpisah, Ketua KPPS 83 Kasteguh juga membenarkan soal kesepakatan warga memilih lokasi TPS yang dekat dengan lahan permakaman ataupun tempat pembuangan sampah.
Sebab di wilayah tengah Kota Jember, saat ini menjadi pemukiman padat penduduk, terlebih di wilayah kampus.
Baca juga: Antusias Warga Jember Ikuti Kompetisi Fun Run Gratis, Gebrakan MAKI Jatim
"Lokasi TPS kami memang dekat dengan kuburan dan tempat pembuangan sampah ini, karena memang kami mencari lokasi atau lahan yang memadai. Karena di lingkungan kami sudah tidak ada tempat yang memadai untuk menjadi TPS," ujar Kasteguh.
"Apalagi aturan dari KPU kan ukuran untuk TPS harus 8x10 meter persegi, sehingga saya cari tanah warga yang ukurannya sesuai. Saya juga sudah izin kepada pemilik lahan," sambungnya.
Namun demikian, untuk mensiasati lokasinya berdekatan dengan kuburan dan tempat pembuangan sampah, TPS ini sekililingnya ditutup dengan kain lebar berwarna kuning.
"Kami tutup dengan kain di sekelilingnya, agar bau sampah atau kesan ya agak gimana gitu (horor) agar tidak mengganggu pemilih. Untuk tumpukan sampah ini juga hanya tempat penampungan sementara, untuk nanti dikelola lagi. Jadi sampahnya itu dari plastik atau sampah-sampah yang nantinya diolah lagi," ungkapnya.
Terkait partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 kali ini cukup banyak dibanding pada proses pemilu sebelumnya.
"Terkait antusias warga dalam memilih Alhamdulillah cukup tinggi, bahkan kita (KPPS) sampai kewalahan melayani warga. Dari DPT di TPS kami sebanyak 299 pemilih, yang tersampaikan (mencoblos) kurang lebih 280 warga. Kemudian ada tambahan memakai e-KTP masuk data sebagai DPTb (Daftar Pemilih Tambahan) 3 orang. Memang warga sini asli, tapi domisilinya sudah pindah," ulasnya.
"Kemudian untuk DPK (tidak terdaftar dalam DPT) kosong atau tidak ada. Jadi kalau partisipasi warga menurut kami 99 persen, karena sedikit warga yang tidak datang," pungkasnya.
Editor : Aris S
