Rumah warga di Situbondo yang diduga terdampak proyek Tol Probowangi (Foto: Fatur Bari/mili.id)
Situbondo - Dinding dua rumah warga di Situbondo retak-retak, diduga terdampak proyek pembangunan jalan tol paket 3 Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi).
Dua rumah warga yang dindingnya retak itu berada di Dusun Beringin, Desa Langkap, Kecamatan Besuki. Pemilik dua rumah itu adalah kakak beradik, Khatijah dan Maryam.
Baca juga: Komitmen Bersih Narkoba, Kapolres Situbondo Jalani Tes Urine bersama PJU dan Kapolsek Jajaran
Rumah warga itu cukup dekat dengan aktivitas alat berat proyek Tol Probowangi.
"Sebetulnya sejak awal pengerjaan proyek jalan tol, dengan menggunakan alat berat. Diduga akibat getaran alat berat, dinding rumah saya retak. Retaknya tidak hanya satu titik saja," ungkap Khatijah, Selasa (12/2/2024).
Khatijah mengaku, meski sudah lama dinding rumahnya retak, tapi hingga kini belum ada perbaikan dari kontraktor yang mengerjakan jalan tol tersebut.
Baca juga: Kapolres Situbondo dan Kasat Polairud Raih Penghargaan Africa Van Java Awards 2026
Rumah warga di Situbondo yang diduga terdampak proyek Tol Probowangi
"Petugas tol sempat datang ke rumah, mengambil gambar kondisi dinding yang retak-retak. Tapi belum ada perbaikin. Saat itu, saya dan adik hanya diberi uang Rp50 ribu untuk dibagi," beber dia.
Untuk diketahui, pembangunan Tol Probowangi paket 3, yaitu Paiton-Besuki dengan panjang 25,60 kilometer ini dikerjakan PT Wijaya Karya (Wika).
Baca juga: Polres Situbondo Amankan Komplotan Pelaku Curas Moncel
Humas PT Wika, Hadar mengaku telah merespon keretakan dinding rumah warga akibat proyek jalan tol itu. Baik yang dindingnya retak akibat alat berat, maupun akibat blasting.
"Sebagai bentuk tanggung jawab PT Wika, kami langsung melakukan pendataan rumah terdampak. Namun untuk melakukan perbaikan kami masih menunggu blasting dan pengerjaan proyek jalan tol selesai," ungkap Hadar.
Editor : Narendra Bakrie
