Pemilu 2024, Pengusaha Terop di Kota Mojokerto Kebanjiran Order untuk TPS

Pemilu 2024, Pengusaha Terop di Kota Mojokerto Kebanjiran Order untuk TPS © mili.id

Stok paket terop terakhir milik keluarga Siti Nur Rofiah (32) untuk pemasangan TPS yang ada di Kota Mojokerto. Foto : (Nana/mili.id)

Mojokerto - Momen lima tahun sekali ini justru jadi berkah pengusaha sewa jasa terop di Kota Mojokerto, karena kewalahan melayani permintaan untuk dipasang di tempat pemungutan suara (TPS).

Salah satunya dirasakan Siti Nur Rofiah (32) yang sejak 2012 melanjutkan usaha persewaan paket terop yang didirikan ayahnya di Lingkungan/Kecamatan Prajuritkulon tahun 2006 silam.

Baca juga: Ratusan Relawan Mojokerto Ikuti Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Ini Kata Cak Sumardi

"Alhamdulillah ini banyak sekali yang sewa buat TPS, dari stok 20 terop semuanya habis. Bahkan sudah lebih dari lima permintaan terop untuk TPS yang kami tolak," ujar ibu dari dua anak ini, Senin (12/2/2024).

Para penyewa rupanya sudah melakukan pemesanan sejak bulan November 2023 lalu. Alhasil, dirinya sejak tiga hari jelang pencoblosan nanti hanya melakukan pemasangan paket terop saja. Mulai dari 50 kursi, dan 5 meja. Atau hanya terop.

"Pesannya sudah inden dari November, Desember (tahun 2023). Sekarang tinggal masang saja, yah mulai Minggu (11/2/2024) kemarin, terus hari ini pasang tiga, besok terakhir sisa satu dekat sini," bebernya.

Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian

Saat permintaan semakin banyak, agar tak mengecewakan pelanggan, dirinya memilih melemparkan orderan itu ke rekan-rekan penyedia jasa sewa terop lainnya yang masih ready stok.

"Saya lempar ke teman, kalau ada yang kurang-kurang gitu," bebernya.

Menariknya lagi, meski terop yang disediakan ramai diserbu penyewa. Tak membuat Nur mengamini permintaan pelanggan yang hanya meminta nota dan stempel bodong alias kosongan.

Baca juga: Dari Kandang Binaan ke Meja Warga, Kurban Berkah BAZNAS Mojokerto Hidupi Peternak dan Ribuan Mustahik

Dimana dia diminta hanya memberikan nota dan stempel tanpa menyewakan teropnya. Lantaran, tak ingin berurusan diluar kewenangannya ia memilih menolak permintaan itu.

"Gak dikasih, soalnya kan gak sewa di saya. Soalnya bukan tanggung jawab saya. Apalagi laporankan ke atas itu nanti," pungkasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait