Hari Santoso Anggota Fraksi Demokrat-Nasdem
Mili.id - Kota Surabaya yang selama ini kerap menjadi juara bertahan dalam sejumlah cabang olahraga diharapkan prestasi tersebut dapat dipertahankan.
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya Hari Santoso menekankan dari 5 sampai 10 cabang olahraga yang berhasil dipertahankan, cabang olahraga lainnya perlu mendapatkan perhatian pula.
Baca juga: Lomba Cerdas Cermat Reborn 2025, Cara Dindik Jatim Gali Potensi Siswa Berprestasi
"Surabaya selalu menjadi juara bertahan, 5-10 kami berharap itu bisa dipertahankan. Tapi cabang lain perlu mendapat perhatian juga," ungkap Hari Santoso, Senin (13/12).
Sebab, lanjut anggota Fraksi Demokrat-NasDem itu, saat ini semakin banyak cabang olah raga lain yang diminati masyarakat utamanya generasi muda.
"Kan kalau generasi muda sudah aktif di cabang olahraga kan bisa mengurangi kenakalan remaja. Apalagi sampai terjerembab ke lingkaran narkoba, ini yang kami takutkan." tegas Hari
Sehingga ia mengimbau perlu ditingkatkan jalur kordinasi dengan Dispora, Dispendik bagi atelit yang masih mengenyam pendidik. Karena siswa yang mempunyai prestasi juga ada dari pondok pesantren (Ponpes) dan Madrasah.
Baca juga: 46 Kasus Campak Sembuh. Dinkes Jangan Terlena, Tetap Siapkan Langkah Antisipasi
"Ada beberapa atelit diambil datang dari ponpes juga ada dan perlu ditingkatkan komunikasi dengan pihak terkait, mereka perlu dipromosikan dari siswa yang mempunyai prestasi bisa masuk ke club, ini perlu ditingkatkan dan kewajiban ini dari KONI." papar dia.
"Kita kan Surabaya pernah mengawinkan piala emas Pemprov wanita dan pria dalam cabang bola basket, panahan yang penting itu." tutur dia.
Untuk itu, kedepan pihaknya mengimbau harus semakin menggerakkan kordinasi Dispora dan instansi terkait. Supaya sambung dia generasi muda semakin cinta dengan olahraga. Selain itu perlu ditingkatkan sarana dan prasarana.
Baca juga: Diduga Ada Titipan Rutilahu, Dewan NasDem Marah Besar
"Karena mereka cinta dengan olahraga otomatis waktunya di samping dia pelajar hal negatif bisa dihindari."
Di samping itu, ia meminta atelit yang berprestasi mendapatkan beasiswa, jangan sampai atelit yang sudah berprestasi kebelakang hari sampai ekonominya carut marut.
"Dari hasil prestasi mereka harus dihargai, jangan sampai prestasinya sudah tinggi dalam tanda kutip dia merasa teraniaya. Penting memberi penghargaan terhadap para atelit berprestasi." pintanya
Editor : Redaksi
