ruang isolasi tempat MAP dirawat di RSD dr. Soebandi Jember.(Foto:M Hatta/mili.id)
Jember - Kondisi alergi kulit akut yang dialami MAP (14), yang sebelumnya mandi di aliran sungai irigasi di desanya. Kini mendapat perawatan intensif di ruang isolasi RSD dr. Soebandi Jember.
Menurut Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) dr. Benedictus Gebyar, Sp. A, saat sampai di rumah sakit. Pasien mengalami dehidrasi bahkan sampai penurunan kesadaran, sehingga selama sehari masuk ke ruang ICU.
Baca juga: Proyek Lapangan Padel di Keputih Diprotes Warga, Pengembang Klaim Kantongi Izin
"Tapi kemudian kondisi berangsur baik, sekarang dirawat di ruang isolasi. Kemudian kita konsulkan ke ahli kulit kelamin, kita rawat bersama," ujar dokter Gebyar.
Dalam perawatan di rumah sakit, katanya, pasien mendapat perawatan intensif, untuk dijaga agar tidak dehidrasi.
"Kemudian menjaga suhu tubuhnya supaya tidak menglami hipotermia," ucapnya.
Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember
Dengan kondisi yang dialami, lanjut Anggota Kelompok Staf Medis (KSM) Klinik Spesialis Anak ini, asupan gizi juga dijaga. Karena kondisi alergi yang dialami tidak hanya berkaitan dengan kulit tubuhnya.
"Tetapi kita tidak tahu didalam mlukosa saluran nafas maupun saluran usunya. Makanya kita perhatikan kondisi pasien ini. Kemudian kita cegah dengan pemberian antibiotik juga, supaya tidak terjadi infeksi sekunder," ulasnya.
Baca juga: Antusias Warga Jember Ikuti Kompetisi Fun Run Gratis, Gebrakan MAKI Jatim
Terkait proses perawatan pasien, kata dokter Gebyar, para tenaga medis masih belum bisa memastikan.
"Jika ditanya erawatan smapai berapa lama, memang untuk pasien SJS atau TEN ini cukup lama. Yang penting dia tidak terjadi gangguan termoregulasi dan gangguan infeksi. Lamanya rata-rata sekitar (hitungan) bulanan. Kemudian gejala sisa, karena kulit nanti kita konsulkan," pungkasnya.
Editor : Aris S
