KPPS Pemilu 2024 (Foto: Ist)
Bondowoso - Pembentukan puluhan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Desa Padasan, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso diduga diintervensi calon legislator (caleg) Partai Golkar.
Puluhan KPPS yang terbentuk disinyalir hasil titipan seorang calon legislator (Caleg) DPRD Kabupaten Bondowoso berinisial ARW.
Baca juga: Jumat Berkah Berbagi Polres Bondowoso, 500 Nasi Kotak Dibagikan kepada Jamaah Usai Salat Jumat
ARW merupakan calon anggota DPRD Bondowoso yang berkontestasi di Dapil III nomor urut 7.
Dia diduga mengintervensi oknum Ketua PPS Padasan berinisial MRS, agar meloloskan puluhan nama calon KPPS.
Di Desa Padasan terdapat 35 anggota KPPS yang akan bertugas di 5 tempat pemungutan suara (TPS). Dari jumlah itu, diduga sekitar 90 persen 'pesanan' ARW kepada PPS Padasan.
Baca juga: Pembentukan Puluhan KPPS di Bondowoso Diduga Diintervensi Caleg Golkar
Selain 'pesan' siapa saja yang bakal menjadi anggota KPPS, ARW juga diduga menyarankan PPS mencoret sejumlah nama.
Penyebabnya, nama calon anggota KPPS itu tidak berafiliasi dengan dirinya.
"Kordinasi dengan bela dan noval dah, TPS 1 harus dibuang 1 orang, amankan di hasil pleno sebelum ditetapkan, biar tidak ada perubahan-perubahan," tulisnya kepada oknum PPS Padasan.
Baca juga: Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Bondowoso Tebar Kepedulian untuk Purnawira dan Warakawuri
"Rusak acara kalau (orang) itu... Dia PKB," imbuh ARW.
Saat dikonfirmasi, ARW membenarkan adanya percakapan dirinya dengan Ketua PPS Padasan berinisial MRS.
"Saya cuma minta tolong, karena semua itu saudara," ujar ARW saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (10/1/2024).
ARW mengaku bahwa ketua PPS Padasan adalah saudaranya dan anggota PPS lain cukup dekat dengannya.
"Ketua PPS-nya itu saudara saya, dan PPS yang lain juga sering ke rumah," akunya.
"Mereka daftar PPS juga saya yang menginformasikan dan lain-lainnya. Namanya caleg, ya saya titip, ternyata masuk semua," tambah ARW.
Ditanya tentang dugaan pembentukan KPPS di Padasan hasil intervensinya, ARW berkilah.
"Itu terlalu berlebihan persepsinya mungkin, mas," tutupnya.
Editor : Narendra Bakrie
