Bangkitkan Ekonomi Umat, Komisi PEU MUI Jatim Gelar FGD

Bangkitkan Ekonomi Umat, Komisi PEU MUI Jatim Gelar FGD © mili.id

FGD PUE MUI Jatim untuk bangkitkan ekonomi umat

Mili.id - Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat (KPEU) MUI Jawa Timur menggelar Forum Group Discussion bertajuk Pengembangan Kualitas Kehidupan dan Kesejahteraan Masyarakat yang pimpinan Dr. Alwi, M.Hum di Kantor Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Jum’at (3/12). 

Koordinator kegiatan gabungan 12, KH Noor Shodiq Askandar yang beberapa waktu lalu menyampaikan tagline ‘belanja pada sodara dan teman’, menekankan agar KPEU memiliki galeri OPOP (one product one pesantren), galeri UMKM dan koperasi MUI di setiap daerah.

Baca juga: Menjembatani Ilmu dan Umat: Jejak Panjang Ketum MUI Jatim, Prof. Dr KH Abd Halim Soebahar MA

Menurutnya, galeri OPOP merupakan penguat dari program Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang ingin menguatkan kemaslahatan ekonomi pesantren. 

Selain itu, galeri juga diharapkan jadi stimulus agar masyarakat terus menguatkan potensi lokalnya dan mampu mensinergikan produk-produk kabupaten/kota sehingga bisa dimapping keunggulan atau identitas per produk OPOP. 

"Inilah yang kami sebut kolabor-aksi, bukan hanya kolaborasi.” ungkapnya. 

FGD menghadirkan dua narasumber di hadapan perwakilan 12 Komisi MUI Jatim, di antaranya KH. Hasan Mutawakkil Alallah, Joni Sudjatmoko, pengusaha properti asal Malang dan ning Dr. Lia Istifhama, M.E.I., Sekretaris MUI Jatim, yang mewakili Prof. Akhmad Muzakki, M.Ag.

Dalam paparannya Joni menyampaikan pentingnya penguatan start up pasca Covid 19, sebab keberadaannya sangat dibutukan dalam penguatan tagline bangga dan beli produk Indonesia, utamnaya di Jawa Timur. 

Baca juga: Tanggapi Dinamika Jelang Munas IKAPETE, Ketua IKAPETE Jatim Dorong Pimpinan Presnas Ditunjuk Oleh Pengasuh.

"Bukan sebaliknya, bangga membeli produk impor. Ini sangat disayangkan mengingat pendapatan ekspor kita sangat tinggi, yaitu 18 miliar per bulan, dengan dominan dari komoditas pertambangan,” ujar penggagas Galeri Anak Negeri dan juga owner NK café yang merupakan keterpaduan antara pemberdayaan masyarakat, pesantren, dan wisata berbasis desa tersebut. 

Sedangkan Ning Lia, Doktoral Ekonomi Syariah UIN Surabaya, menyampaikan pentingnya financial planner sebagai bagian terwujudnya financial freedom umat dan masyarakat. 

Dengan adanya brainstorming tambah dia, akan membentuk kemampuan financial planner. Dengan demikian kesejahteraan masyarakat akan sangat bisa terbentuk. 

"Setidaknya, financial planner tersinergi dalam konsep BUDGET, yaitu Brainstorming, Unity in financial, Developing a Plan, Goals, Evaluation, dan Take Financial Freedom.” bebernya. 

Baca juga: NUConomic" berbasis tiga pilar pemberdayaan ekonomi warga NU ala "Nahdlatut Tujjar"

Di samping itu, Ning Lia mengapresiasi keberadaan Komisi PEU MUI Jatim yang turut menguatkan spirit Gubernur Khofifah agar produc lokal go to global market.

Pada kesempatan itu pula, Sekretaris Komisi PEU, Ning Dr. Fatin Fadhillah Hasib, SE., M.Si., mengharap FGD akan jadi referensi program kerja PEU MUI Jatim untuk turut menguatkan ekonomi masyarakat. 

"Semoga FGD dapat menguatkan ekonomi masyarakat," harap dia. 

Editor : Redaksi



Berita Terkait