Mili.id - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Program Talkhsow Kopilaborasi, bertajuk 'Meningkatkan Peran Pesantren dalam Mendukung Pembangunan Indonesia' di El Royale Hotel Kabupaten Banyuwangi, Minggu (14/11).
Disebutkan, dalam perjalanannya pesantren bukan lagi terbatas pada pendidikan ajaran islam saja. Namun, peran ekonomi banyak dilakukan pesantren dengan segala pola adaptasinya.
"Salah satunya sebagai pusat pengembangan ekonomi kerakyatan atau ekonomi umat." kata Kepala Bidang Komunikasi Publik Diskominfo Jatim, Edi Supaji dalam sambutannya.
Menurutnya, ekonomi bagi suatu lembaga seperti pondok pesantren merupakan jantung kehidupan bagi kemajuan baik dari sistem pendidikan maupun eksistensi di bidang lainnya.
"Pondok pesantren di Indonesia harus kembali berperan, menjadi bagian utama dalam penggerak ekonomi melalui kemandiriannya." ungkapnya.
Di samping itu manajemen pesantren yang aplicable agar terjadi keselarasan antara pengembangan pendidikan dan perkembangan ekonomi. Sedangkan untuk memperkuat potensi ekonomi pesantren dan mendukung pembangunan ekonomi Indonesia, sambung dia berbagai upaya pun dilakukan.
Baca juga: Khofifah Sebut Pesantren Benteng Moral Bangsa, Genggong Jadi Inspirasi Generasi Santri
"Antara lain dengan mengadakan workshop dan bimbingan teknis bagi pesantren, salah satunya memberi bekal melalui acara talkshow kopilaborasi yang diadakan oleh Diskominfo Jatim hari ini." ujar dia.
Kegiatan penambah wawasan ini, lanjutnya menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya dan mengupas bagaimana pondok pesantren bisa berperan dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
Antara lain, Sekretaris PCNU Banyuwangi, Moh, Syaifuddin Zuhri, Anggota Komisi A DPRD Jatim Ubaidillah, dan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Muhamad Ali Mahrus.
Baca juga: Menag Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren
"Ini tentu mempunyai tujuan, untuk membantu meningkatkan wirausaha santri dalam hal kemampuan memanajemen, kemampuan mengkoordinasi berbagai kegiatan bisnis, maupun kemampuan konsep bisnis yang mencukupi," ujarnya.
Sembari dia berharap, langkah-langkah ini akan mendorong kontribusi pesantren terhadap pembangunan di indonesia.
"Sehingga bisa dirasakan manfaatnya baik untuk pesantren itu sendiri maupun masyarakat sekitar.
Editor : Redaksi
