Kali Lamong Meluap, Walikota Eri Siap Kirim Bantuan

Kali Lamong Meluap, Walikota Eri Siap Kirim Bantuan © mili.id

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi

Mili.id - Selain mengerahkan 60 personel BPB Linmas dan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, tiga alat berat dan lima dump truk, sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana banjir di Kota Batu

Pemerintah Kota Surabaya juga berencana membantu Kabupaten Gresik akibat Kali Lamong yang meluap. 

Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif

“Pasti kita kirim bantuan juga. Toh suatu kota kalau kena bencana terus dibantu oleh kota lainnya, pasti mereka akan membuka tangan, ketika membantu (saya) sambil berdoa, Ya Allah semoga bencana semacam ini tidak terjadi di Kota Surabaya,” ujarnya.

60 personel BPB Linmas dan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, tiga alat berat dan lima dump truk, salah satunya berisi BBM diberangkatkan oleh Eri Cahyadi.

Pemberangkatan personel beserta peralatan lengkap dilakukan seusai apel di Taman Surya, halaman Balai Kota Surabaya, Jumat (5/11).

Baca juga: Jelang Haji, Eri Minta Semua Aduan Warga Ditangani Cepat

“Saya mohon keikhlasan teman-teman dalam membantu saudara-saudara kita di Kota Batu, sambil membantu nanti tolong berdoa supaya bencana semacam ini dijauhkan dari Kota Surabaya,” kata Wali Kota Eri kepada para personel yang sudah siap berangkat. 

Akibat luapan Kali Lamong, 15 desa di Gresik terendam banjir pada Jumat (5/11) dini hari. Kepala BPBD Gresik Tarso Sagito menjabarkan Kamis (4/11) sekitar pukul 22.00 WIB Kali Lamong sudah mulai meluap. 

Akibat luapannya merendam beberapa desa di Balongpanggang dan Benjeng. Pada Jumat (5/11) siang hingga sore, banjir terus meluas. Menurutnya, Kali Lamong sudah menjadi momok tahunan bagi warga Gresik Selatan apabila musim hujan datang. 

Baca juga: Surabaya Vaganza 2026 Dongkrak Wisata dan Okupansi Hotel

Adapun belasan desa yang terendam itu berada di tiga kecamatan, yakni Benjeng, Balongpanggang, dan Kedamean. BPBD Gresik mencatat untuk rumah yang terendam sekitar 600 rumah lebih, ditambah ratusan hektare sawah, serta sejumlah akses jalan dan protokol desa.

"Sedari awal naiknya debit air Kali Lamong, sudah kami laporkan. Hal itu dikarenakan terjadinya intensitas hujan yang tinggi. Untuk Desa Sekarputih dan Pucung, masing-masing sebanyak 250 rumah terendam. Ditambah Desa Kedungrukem ada 339 rumah tergenang. Itu belum termasuk sawah yang terendam dan cukup luas."kata Tarso.

Editor : Redaksi



Berita Terkait