Sambangi Ubaya, Dirjen Dikti Kemendikbud Bahas Program Matching Fund 2021

Sambangi Ubaya, Dirjen Dikti Kemendikbud Bahas Program Matching Fund 2021 © mili.id

Dirjen Dikti Kemendikbudristek, Nizam di Ubaya/Foto:Istimewa

Mili.id – Universitas Surabaya (UBAYA) mendapat kunjungan dari Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek) Nizam. 

Nizam memberikan arahan terkait Program Matching Fund kepada tujuh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Jawa Timur yang hadir di Gedung Perpustakaan Lantai 5 Kampus Ubaya Tenggilis, Selasa (2/11/2021). 

Baca juga: Benny Lianto Kembali Dilantik Jadi Rektor Ubaya Periode 2023-2027

Dalam sambutannya Rektor UBAYA Dr. Benny Lianto mengatakan, jika Program Matching Fund sangat baik dan efektif dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM).

Kehadiran Nizam lanjut nya, diharapkan mampu memberikan banyak inspirasi dan arahan untuk UBAYA maupun PTS di Jawa Timur mengenai Program Matching Fund. 

“UBAYA berharap pelaksanaan Program Matching Fund di tahun berikutnya dapat dilakukan dengan jangka waktu yang lebih panjang dan proses administrasi lebih mudah,” ucap Benny Lianto.

Sementara, Nizam menjelaskan Matching Fund merupakan program yang masih baru sehingga belum sempurna. Dirinya menyampaikan jika Program Matching Fund akan terus melakukan perbaikan terkait proses, sistem hingga waktu pelaksanaannya. 

Dikatakan, tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 250 miliar untuk Program Matching Fund. 

“Tahun depan insya Allah, dana akan ditingkatkan menjadi 5 kali lipat dari yang sekarang. Saya berharap perguruan tinggi di Jawa Timur dapat memanfaatkan Program Matching Fund untuk berkolaborasi menciptakan solusi atas beragam permasalahan yang ada di masyarakat maupun industri,” ujar Prof. Nizam. 

Matching Fund adalah program pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang melibatkan insan perguruan tinggi dan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri). 

Program ini bertujuan membangun ekosistem MBKM sebagai upaya menyelesaikan berbagai isu sosial, tantangan DUDI dan masyarakat, serta masalah perguruan tinggi melalui kemitraan perguruan tinggi dengan DUDI. 

Program tersebut juga dirancang untuk menyelaraskan pengembangan ilmu dan teknologi di perguruan tinggi. Tujuannya agar sesuai dengan pemenuhan kebutuhan atau pemecahan permasalahan dalam dunia usaha maupun dunia industri. 

Untuk diketahui, sepuluh proposal unggulan UBAYA berhasil memperoleh dana padanan dari Kemendikbud Ristek dalam Program Matching Fund 2021. UBAYA menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) dengan jumlah proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terbanyak dengan total dana yang diterima sebesar Rp. 5,4 miliar. 

Editor : Redaksi



Berita Terkait