Upacara Hari Jadi Sumenep/Foto Kominfo Jatim
Mili.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, menggelar upacara hari jadi ke- 752, Minggu (31/10) di halaman Pemkab Sumenep. Peserta upacara tampak kental dengan suasana adat keraton, mengenakan baju adat setempat, mulai baju beskap, belangkon, jarik dan memakai selop
Pelaksanaan upacara juga menggunakan Bahasa Madura halus, baik dari komandan upacara, pembawa acara, inspektur upacara. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengatakan, pihaknya sengaja memakai adat keraton dan bahasa Madura halus untuk melestarikan budaya yang sudah menjadi warisan para leluhur.
Baca juga: BI Jatim Dorong Program Integrated Farming Klaster Jagung di Madura
“Ini merupakan tradisi yang kami lakukan setiap tahun. Ini merupakan upaya kami untuk melestarikan budaya dan bahasa Madura. Bagaimana pun, budaya merupakan identitas kita yang harus dipertahankan,” ujar Bupati Fauzi.
Baca juga: Bertemu Pimpinan DPRD, Kadin Surabaya Sampaikan Program Tepat Sasaran
Dengan bertambahnya usia Kabupetan Sumenep, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep ini berharap, akan membawa perubahan lebih kedepanya. “Semoga membawa kemajuan bagi masyarakat Sumenep,” ucap orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini.
Usai upacara, akan dilanjutkan dengan Sidang Paripurna Istimewa Hari Jadi Sumenep dengan menggunakan bahasa Madura di DPRD setempat.
Baca juga: Wujudkan Pemerintahan Bersih, Bupati Sumenep Ajak Ansor Sinergi
Upacara hari jadi tersebut, juga dilakukan kirap bendera Kabupaten Sumenep oleh pasukan khusus. Dan dibacakan sejarah Kabupaten paling timur Pulau Madura itu, mulai dipimpin adipati pertama, Arya wiraraja.
Editor : Redaksi
