Nyaris Seribu Wali Santri Dukung Transformasi Digital Ponpes Al-Muhibbin

Nyaris Seribu Wali Santri Dukung Transformasi Digital Ponpes Al-Muhibbin © mili.id

Mili.id – Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin Bahrul 'Ulum Tambakberas, Jombang, resmi meluncurkan Program Transformasi Tata Kelola Pesantren pada rangkaian Pertemuan Wali Santri (Perwalsan) Tahun Pelajaran 2026/2027 di Gedung Serba Guna Hasbullah Sa'id, Rabu (8/7) malam.

Program tersebut mengusung visi mewujudkan pesantren yang Beradab, Berintegritas, dan Adaptif melalui penguatan tata kelola modern berbasis digital tanpa meninggalkan nilai-nilai salaf yang menjadi fondasi pendidikan pesantren.

Kegiatan dihadiri hampir 1.000 wali santri yang memadati lokasi acara. Sementara sekitar 180 wali santri lainnya, sebagian besar berasal dari luar Pulau Jawa, tidak dapat hadir. Tingginya partisipasi ini menjadi bukti besarnya dukungan terhadap arah baru pengembangan tata kelola Ponpes Bumi Damai Al-Muhibbin.

Ketua Ponpes Bumi Damai Al-Muhibbin, Muhammad Amin Febrianto, mengatakan transformasi yang dijalankan bukan sekadar digitalisasi administrasi, melainkan pembenahan menyeluruh untuk meningkatkan pelayanan, transparansi, perlindungan santri, dan efektivitas pengelolaan pesantren.

"Transformasi ini bukan berarti meninggalkan tradisi yang diwariskan para masyayikh. Justru kami ingin memperkuat amanah tersebut melalui tata kelola yang semakin profesional dan pemanfaatan teknologi untuk kemaslahatan pesantren," ujarnya.

Amin menjelaskan, transformasi tersebut diwujudkan melalui enam program utama, yakni Baitul Mal wa Tamwil (BMT), Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) melalui layanan Sapa Santri, Satgas Anti-Perundungan beserta kanal pengaduan Lapor Cak Ibbien, Program Pembinaan Intensif Masa Adaptasi (PRIMA), Program Pemantauan Kesehatan dan Lingkungan Santri (PKLS), serta pengembangan Sistem Informasi Pesantren Terintegrasi (SIPT).

Menurutnya, SIPT menjadi proyek strategis yang dikembangkan Tim Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) bersama Komunitas Santri Melek Teknologi (SAKTi Indonesia). Sistem ini dirancang sebagai ekosistem digital yang menghubungkan santri, wali santri, pengurus, alumni, hingga berbagai layanan pesantren dalam satu platform terintegrasi.

"Pondasi pertama yang kami bangun adalah validitas data. Karena itu seluruh wali santri dilibatkan dalam proses verifikasi dan validasi data, termasuk nomor WhatsApp sebagai kanal komunikasi resmi layanan pesantren," jelasnya.

Sebelum peluncuran, pihak pesantren telah melaksanakan verifikasi dan validasi data santri sebagai dasar pembangunan SIPT. Tahap pertama dilakukan bagi santri baru pada 4 Juli 2026, sedangkan verifikasi santri lama dilaksanakan bersamaan dengan Perwalsan sejak pagi hingga malam.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Bumi Damai Al-Muhibbin, KH Muhammad Idris Djamaluddin, menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan tata kelola agar pesantren mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri kepesantrenan.

Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa keberhasilan menuntut ilmu tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh empat kunci utama, yaitu niat yang ikhlas, ridha guru, makanan yang halal, serta doa kedua orang tua.

Rangkaian Perwalsan juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), peluncuran resmi SIPT, pembentukan Satgas Anti-Perundungan, penguatan Balitbang sebagai motor inovasi kelembagaan, serta pengenalan kemitraan strategis bersama SAKTi Indonesia untuk pengembangan teknologi informasi dan digitalisasi layanan pesantren.

Sebagai penutup, seluruh peserta menggaungkan jargon baru Pondok Pesantren Bumi Damai Al-Muhibbin, "Al-Muhibbin! Beradab! Berintegritas! Adaptif!", sebagai simbol komitmen membangun pesantren yang modern, transparan, dan tetap berakar pada nilai-nilai adab serta tradisi kepesantrenan.

Editor : Redaksi



Berita Terkait