Mili.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Vocational Epicentre 2026 yang akan digelar Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya pada 2–4 Agustus 2026.
Ajang berskala internasional tersebut dinilai menjadi momentum strategis untuk mendorong inovasi, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan daya saing sumber daya manusia (SDM) vokasi Indonesia di tingkat global.
Baca juga: Biro Adpim Jatim Raih Anugerah Komunikasi Publik Inklusif Bergengsi
Dukungan itu disampaikan Khofifah saat menerima audiensi jajaran pimpinan UNESA yang dipimpin Rektor UNESA, Nurhasan, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Khofifah mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan yang akan menghadirkan ribuan peserta dari dalam maupun luar negeri tersebut.
"Insya Allah kita siap untuk mendukung penuh penyelenggaraan Vocational Epicentre yang di dalamnya ada OLIVIA XI 2026," ujar Khofifah.
Menurutnya, kemajuan pendidikan vokasi merupakan salah satu kunci dalam menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan dunia kerja. Kesiapan SDM yang unggul, terampil, serta hilirisasi inovasi terapan diyakini akan menjadi pilar penting dalam menghadapi tantangan masa depan.
"Melalui agenda besar ini, Jawa Timur siap membuktikan posisinya sebagai motor penggerak sekaligus episentrum kemajuan pendidikan vokasi di Indonesia," katanya.
Vocational Epicentre 2026 akan menghadirkan empat agenda utama, yakni:
Olimpiade Vokasi Indonesia (OLIVIA) XI 2026
The 3rd International Conference on Aligning Sustainability with Vocational Innovations (ICASVI) 2026
Vokasi Expo 2026
Kongres X Forum Perguruan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI)
Secara keseluruhan, kegiatan ini diperkirakan melibatkan 1.735 peserta dari dalam dan luar negeri dengan mengusung tema "Satu Titik, Sejuta Inovasi, Level Up The Nation."
Baca juga: Jatim Borong Delapan Anugerah Syariah, Khofifah Bidik Pusat Nasional
Salah satu agenda terbesar adalah OLIVIA XI 2026, hasil kolaborasi antara UNESA dan FPTVI. Kompetisi tersebut diikuti 65 perguruan tinggi vokasi se-Indonesia dengan 1.504 tim yang sebelumnya telah melalui babak penyisihan melibatkan hampir 4.700 mahasiswa jenjang Diploma hingga Sarjana Terapan dalam 26 cabang lomba.
Khofifah optimistis penyelenggaraan ajang tersebut akan semakin memperkuat kualitas lulusan vokasi Indonesia agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Selain kompetisi mahasiswa, Vocational Epicentre juga akan menghadirkan The 3rd ICASVI 2026 bertema "Applied Innovation for Sustainable Impact."
Konferensi internasional yang digelar secara hibrida di Gedung Serba Guna UNESA itu ditargetkan diikuti sekitar 300 peserta, terdiri atas dosen, peneliti, mahasiswa, hingga praktisi dari berbagai negara di tiga benua.
Forum ilmiah tersebut akan menghadirkan lima keynote speaker dari lima negara berbeda serta berfokus pada publikasi ilmiah internasional bereputasi yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan terapan.
"Ini kesempatan yang sangat luar biasa bagi perguruan tinggi di Jawa Timur untuk semakin berkembang dan berkontribusi, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di tingkat internasional," tutur Khofifah.
Baca juga: Sidak GION Spa, Pejabat Disbudpar Jatim Bungkam Dikonfirmasi Wartawan
Rangkaian kegiatan juga akan dimeriahkan dengan Vokasi Expo 2026 yang menampilkan berbagai inovasi mahasiswa dari 16 program studi Fakultas Vokasi UNESA serta sejumlah perguruan tinggi vokasi lainnya.
Pameran tersebut diproyeksikan dihadiri sekitar 235 peserta, termasuk pelajar SMA, SMK, dan MA dari berbagai daerah di Jawa Timur yang akan melihat langsung berbagai karya inovatif hasil hilirisasi kampus.
Sementara itu, Seminar Nasional dan Kongres X FPTVI diperkirakan diikuti lebih dari 250 peserta, termasuk 139 pimpinan perguruan tinggi vokasi dari seluruh Indonesia untuk merumuskan arah kebijakan pendidikan vokasi nasional ke depan.
Di akhir pertemuan, Khofifah berharap penyelenggaraan Vocational Epicentre 2026 semakin memperkuat sinergi antara Fakultas Vokasi UNESA dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Ia menegaskan berbagai kerja sama telah berjalan bersama sejumlah perangkat daerah, termasuk pengembangan produk grafis digital berbasis kearifan lokal bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah.
"Sejak periode pertama kepemimpinan kami, pendidikan telah menjadi prioritas. Kami yakin pendidikan adalah kunci untuk menurunkan bahkan memutus rantai kemiskinan. Karena itu peningkatan kualitas SDM adalah kewajiban, dan kami pastikan tidak ada masyarakat Jawa Timur yang tertinggal. No One Left Behind," pungkas Khofifah.
Editor : Redaksi
