Pundak Kuat Praka Satgas TMMD, Mengangkut Harapan Warga Desa Godo

Pundak Kuat Praka Satgas TMMD, Mengangkut Harapan Warga Desa Godo © mili.id

Mili.id – Langkahnya terlihat berat menyusuri lorong sempit di Desa Godo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jumat (15/5/2026). Di atas pundaknya, tumpukan keramik dipikul dengan penuh tenaga. Keringat membasahi wajah dan seragam loreng yang dikenakannya. Namun raut lelah nyaris tak terlihat dari anggota Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati itu.

Bagi prajurit tersebut, pekerjaan berat bukan sekadar rutinitas tugas. Di balik material bangunan yang diangkut satu per satu, ada harapan warga yang sedang ia bantu wujudkan.

Baca juga: Sore Penuh Keakraban, Satgas TMMD Bermain Sepak Bola Bersama Anak Desa Godo

Sejak pagi, ia bersama anggota Satgas lainnya sudah sibuk di lokasi pembangunan rumah warga. Mengangkat semen, memindahkan keramik hingga membantu pekerjaan bangunan dilakukan tanpa banyak bicara. Sesekali ia hanya menyeka peluh sebelum kembali bekerja.

Lorong kecil dan akses terbatas membuat pekerjaan menjadi lebih berat. Material harus dipanggul manual melewati jalan sempit di antara rumah warga. Namun kondisi itu tak menyurutkan semangatnya.

Baca juga: Letda Inf Ali Sadikin Ajarkan PBB dan Disiplin kepada Siswa SDN Godo 01

Baginya, percepatan pembangunan rumah warga menjadi tanggung jawab yang harus diselesaikan dengan sepenuh hati. Ia ingin rumah yang sedang dibangun itu segera selesai agar pemiliknya bisa menempati hunian yang lebih layak.

“Kalau warga senang, kami juga ikut senang. Capek pasti ada, tapi itu sudah bagian dari pengabdian,” ucapnya singkat sambil kembali mengangkat material bangunan.

Baca juga: Hangatkan Keakraban, Satgas TMMD dan Warga Desa Godo Gelar Nobar Bersama

Pemandangan itu menjadi potret nyata pengabdian seorang prajurit di tengah masyarakat. Tak hanya hadir menjaga keamanan negara, anggota Satgas TMMD juga rela turun langsung bekerja kasar bersama warga demi membantu kehidupan yang lebih baik.

Di Desa Godo, semangat gotong royong itu terasa hidup. Prajurit dan warga bekerja berdampingan tanpa sekat. Dan di antara debu pembangunan serta peluh yang menetes, tersimpan ketulusan pengabdian yang tak banyak meminta untuk dipuji.

Editor : Redaksi



Berita Terkait