Mili.id — Dampak kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur masih menyisakan duka dan perjuangan bagi para korban. Hingga Selasa (28/4/2026), sebanyak 23 korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bekasi, dengan mayoritas mengalami luka berat.
Wakil Direktur Utama RSUD Bekasi, Sudirman, mengungkapkan bahwa dari total pasien yang dirawat, 17 orang masuk kategori luka berat dan membutuhkan penanganan serius.
Baca juga: PWI Pusat Berduka: Wartawan Senior H. Diapari Sibatangkayu Wafat
“Masih ada 23 pasien yang dirawat, 17 di antaranya luka berat,” ujar Sudirman.
Jumlah ini menurun dibandingkan hari sebelumnya, di mana sempat tercatat 54 korban dirawat di rumah sakit tersebut. Sebagian pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik pasca observasi medis.
Namun, bagi korban dengan luka berat, proses pemulihan masih panjang. Sedikitnya 15 pasien harus menjalani tindakan operasi akibat cedera serius yang dialami.
“Rata-rata yang luka berat membutuhkan operasi. Hari ini sekitar lima pasien sudah dioperasi, sisanya akan dilakukan bertahap,” jelas Sudirman.
Baca juga: Misteri Tabrakan Maut di Bekasi Mulai Terkuak, KNKT Bongkar Isi ‘Black Box’ Taksi Green SM
Tim medis juga masih melakukan observasi lanjutan menggunakan CT scan dan rontgen guna memastikan diagnosis sebelum tindakan operasi berikutnya dilakukan.
Kecelakaan tragis ini bermula saat sebuah taksi tertemper KRL di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur, yang menyebabkan rangkaian KRL tertahan di jalur. Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek datang dari arah belakang dan menabrak KRL yang berhenti.
Akibat insiden tersebut, total korban meninggal dunia mencapai 15 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. Data ini dikonfirmasi oleh Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Martinus Ginting.
Baca juga: Tragedi Bekasi Terkuak: 31 Saksi Diperiksa, Polisi Dalami Rangkaian Fatal Tabrakan KA dan KRL
Peristiwa ini menjadi salah satu kecelakaan kereta paling serius dalam beberapa waktu terakhir, sekaligus menyoroti pentingnya keselamatan di perlintasan dan manajemen perjalanan kereta api.
Sementara itu, pihak rumah sakit memastikan seluruh korban akan terus mendapatkan penanganan maksimal hingga kondisi mereka stabil.
Editor : Redaksi
