Mili.id - Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, membawa perubahan signifikan dalam dunia laboratorium kesehatan. Transformasi ini ditandai dengan pergeseran paradigma layanan dari yang semula berfokus pada pengobatan (kuratif) menjadi prediktif dan preventif.
“AI bukanlah ancaman, melainkan akselerator. AI menggeser paradigma layanan dari kuratif menjadi prediktif dan preventif. Namun, nurani dan tanggung jawab profesional tetap tidak tergantikan oleh teknologi apa pun,” ujar Dante di Jakarta, Jumat.
Sebagai seorang klinisi, Dante menyoroti bahwa hasil pemeriksaan laboratorium selalu menjadi aspek yang paling dinantikan pasien. Menurutnya, laboratorium kesehatan memiliki peran krusial dalam menegakkan diagnosis secara akurat, sekaligus menjadi fondasi penting dalam transformasi sistem kesehatan nasional.
Namun, di tengah pesatnya adopsi teknologi, sektor laboratorium juga menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah kenaikan biaya reagen serta ketergantungan terhadap alat impor. Kondisi ini menuntut kepemimpinan laboratorium yang adaptif dan visioner.
“Pemimpin laboratorium masa kini harus AI aware dan mampu menyusun peta jalan digitalisasi tanpa mengorbankan mutu, serta tetap berlandaskan akreditasi dan standardisasi,” tegasnya.
Pemerintah, lanjut Dante, terus mendorong transformasi digital melalui integrasi platform SatuSehat dan sistem Electronic Health Record (EHR). Integrasi ini memungkinkan hasil laboratorium dapat diakses secara real-time, sekaligus memperkuat sistem surveilans kesehatan nasional.
Selain itu, penguatan jejaring Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) juga dilakukan melalui program InPULS, yang mencakup pengembangan dari Tier 1 hingga Tier 5. Langkah ini bertujuan untuk memastikan pemerataan kualitas layanan laboratorium hingga ke daerah terpencil.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Ikatan Laboratorium Kesehatan Indonesia, Purwanto, menyatakan pihaknya turut aktif mendukung pemerintah dalam penyusunan regulasi, termasuk keterlibatan dalam perumusan Peraturan Menteri Kesehatan terkait laboratorium kesehatan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memperkuat sistem laboratorium nasional di tengah era digitalisasi yang terus berkembang.
Editor : Redaksi
