Mili.id — Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) hari kedua di Surabaya, Jawa Timur, berlangsung lancar. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyebut para siswa menunjukkan antusiasme tinggi saat mengikuti ujian.
Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti usai meninjau langsung pelaksanaan TKA di SMP Negeri 1 Surabaya, Selasa.
Baca juga: Skema Baru, Nasib Guru Honorer Lebih Pasti
“Saya berdialog dengan siswa, mereka terlihat sangat semangat. Bahkan saat ditanya, mereka menyebut soal relatif mudah,” ujarnya.
Menurutnya, respons positif tersebut menunjukkan bahwa TKA tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur kemampuan akademik, tetapi juga mampu meningkatkan motivasi belajar siswa.
Ia menambahkan, banyak siswa berharap TKA terus dilaksanakan karena dinilai memberi manfaat, baik untuk meningkatkan kemampuan akademik maupun sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Dalam peninjauan tersebut, Abdul Mu’ti juga memastikan kesiapan sarana dan prasarana, mulai dari ruang ujian hingga laboratorium komputer. Ia menilai seluruh aspek teknis telah dipersiapkan dengan baik.
“Saya meyakini TKA menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” tegasnya.
Secara konsep, TKA tidak hanya mengukur kemampuan Matematika dan Bahasa Indonesia, tetapi juga mencakup aspek literasi, numerasi, karakter, serta lingkungan belajar. Hasilnya akan menjadi dasar evaluasi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pendidikan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Untuk jenjang SMP, soal disusun oleh pemerintah pusat dan provinsi sehingga memungkinkan pemetaan kemampuan siswa di tingkat provinsi, khususnya Jawa Timur. Sementara itu, untuk jenjang SD, penyusunan soal dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota.
Secara nasional, pelaksanaan TKA disebut berjalan lancar dan diharapkan menjadi pijakan awal dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri siswa.
Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya nilai kejujuran dalam pelaksanaan TKA sebagai bagian dari pembentukan karakter.
“TKA bukan hanya alat ukur akademik, tetapi juga sarana menanamkan nilai dan membentuk kepribadian siswa,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Febrina Kusumawati memastikan pelaksanaan TKA di Kota Pahlawan berjalan lancar sejak hari pertama.
“Pak Menteri hadir sejak pagi dan berdialog langsung dengan siswa. Mereka terlihat senang dan antusias, bahkan seperti merindukan suasana evaluasi seperti dahulu,” ujarnya.
Meski demikian, sejumlah masukan muncul, terutama terkait durasi pengerjaan soal. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan ke depan.
Baca juga: Mendiktisaintek Tekankan Sinergi Kampus dan Industri di Temu Nasional FORTEI Unesa
Febrina menegaskan, TKA tidak menentukan kelulusan siswa. Kelulusan tetap menjadi kewenangan sekolah melalui proses pembelajaran. Namun, nilai TKA akan menjadi nilai tambah, terutama dalam jalur prestasi pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Di sisi lain, Kepala SMP Negeri 19 Surabaya, Eko Widayani, menyebut pelaksanaan perdana TKA disambut positif oleh siswa.
“Siswa menyambut dengan sangat baik. Kami berupaya menciptakan suasana ujian yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” ujarnya.
Ia berharap pelaksanaan TKA menjadi langkah awal dalam memperkuat mutu pendidikan di Indonesia.
Editor : Redaksi
