Dampak Kenaikan BBM, APBD 2022 Alokasikan Anggaran Rp8,9 M bagi Nelayan dan Ojol

Dampak Kenaikan BBM, APBD 2022 Alokasikan Anggaran Rp8,9 M bagi Nelayan dan Ojol © mili.id

Pengesahan Rancangan Raperda Perubahan APBD 2022/Foto: Bambang LP for mili.id

Mili.id - DPRD dan Pemkot Surabaya telah menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2022.

Kesepakatan itu, tertuang dalam rapat paripurna di ruang paripurna DPRD kota Surabaya. Pimpinan DPRD Reni Astuti menjelaskan, ada penambahannya Rp 10,61 miliar atau naik jadi Rp 200 miliar dari APBD 2022. Salah satunya untuk penambahan kouta beasiswa pemuda tangguh bagi SMA sederajat maupun mahasiswa.

"Ada sekitar 1000 kouta." kata politis PKS ini.

Ia menambahkan, untuk dampak kenaikan BBM dialokasikan anggaran Rp 8,9 miliar, yang akan diberikan kepada nelayan maupun driver ojek online (ojol).

"Dinsos sudah membeberkan sejumlah nama-nama yang mendapatkan bantuan," tutur Reni.

Lebih jauh Reni menjabarkan, dalam perubahan APBD, terdapat belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp 11 miliar, yang dicadangkan bagi pos yang membutuhkan anggaran.

Dalam hal ini Reni menyebut, alokasi anggaran itu untuk warga yang terdampak kenaikan BBM. "Ternyata masih ada yang belum tersentuh jadi BTT ini bisa dialokasikan,"imbuhnya.

Di samping itu, ada juga penambahan anggaran sarana prasarana kader kesehatan Surabaya hebat (KSH), yang mencapai Rp 13 miliar dan untuk Bunda PAUD Rp 5,8 miliar. Maka ia berharap Oktober mendatang bisa dioperasionalkan.

"Sarpras akan kita dorong agar memberdayakan UMKM dengan postur APBD perubahan 2022, Apalagi waktu kurang 3 bulan bisa segera untuk dimanfaatkan oleh pemkot. Pemkot harus mengejar serapan pendapatan yang masih 50 persen," demikian imbau Reni

Copyright © Mili.id 2022

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Desak Pemkot Surabaya Segera Evaluasi dan Sanksi Tegas Spa Bermasalah

Editor : Redaksi



Berita Terkait