Mili.id - Universitas Airlangga (Unair) kembali melepas mahasiswanya dalam kegiatan Belajar Bersama Komunitas (BBK) ke-7. Pada pelaksanaan kali ini, Kabupaten Madiun menjadi salah satu lokasi penerjunan. Sebanyak 390 mahasiswa lintas program studi menjadi peserta BBK dan menjalani serangkaian pengabdian masyarakat berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) hingga Senin (2/2/2026) mendatang. Mereka tersebar di empat kecamatan serta 37 desa lokasi Madiun penetapan BBK.
Pada kesempatan tersebut, hadir perwakilan Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) Unair, dr Astri Dewayani PhD. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pengabdian masyarakat yang berkelanjutan. “Mahasiswa tidak hanya datang, melaksanakan kegiatan, lalu selesai. Harus ada manfaat yang bisa dilanjutkan masyarakat, sekaligus memberi dampak nyata bagi daerah sejalan dengan SDGs,” ujar Astri.
BBK tahun ini, Unair memfokuskan kegiatan pada enam poin SDGs, yakni SDGs 1 (tanpa kemiskinan), SDGs 4 (pendidikan berkualitas), SDGs 6 (air bersih dan sanitasi layak), SDGs 8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), SDGs 9 (industri, inovasi, dan infrastruktur), serta SDGs 10 (berkurangnya ketimpangan). Fokus tersebut, sambung Astri, selaras dengan capaian Unair yang berhasil menduduki peringkat pertama dunia pada SDGs poin 6 terkait sanitasi.
Astri lantas menjelaskan untuk luaran BBK kali ini tidak hanya berupa artikel dan video, tetapi juga sebuah buku aksi hasil program mahasiswa. Ke depan, desa lokasi BBK, menurutnya, berpotensi pula dikembangkan menjadi desa binaan sebagai pengabdian masyarakat lanjutan oleh dosen Unair.
Ia pun berpesan agar mahasiswa dapat menghadirkan kegiatan bermanfaat. “Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga membumi dan mengaplikasikan ilmu pengetahuan di masyarakat,” tambah Astri, dalam rilis Unair, Kamis(8/1/2026).
Memberi Rekomendasi Daerah
Sementara itu, Bupati Kabupaten Madiun, H. Hari Wuryanto SH MAk, menyambut baik program BBK. Ia menyampaikan apresiasi kepada Universitas Airlangga atas kerja sama yang terus terjalin dengan Pemerintah Kabupaten Madiun. Ia juga menilai, kegiatan BBK menjadi wujud nyata dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
“Kami berharap mahasiswa tidak hanya menjalankan program, tetapi juga mampu memberikan rekomendasi bagi Kabupaten Madiun. Selama satu bulan, pelajari desa dengan sungguh-sungguh agar bisa memberi masukan menuju desa yang mandiri,” tuturnya.
Hari juga menegaskan bahwa visi Kabupaten Madiun yakni bersahaja (bersih, sehat, dan sejahtera) sejalan dengan semangat BBK UNAIR, terutama dalam aspek kesehatan masyarakat dan sanitasi. Ia berharap rekomendasi mahasiswa dapat diintegrasikan dalam rencana pembangunan daerah.
“Kontribusi pokok-pokok pikiran dari mahasiswa sangat kami harapkan agar pemerintah daerah bisa memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Hari secara resmi menerima kedatangan BBK 7 Unair. Ia kembali menyampaikan harapan agar seluruh peserta dapat menyelesaikan tugas dengan baik sebagai perwujudan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. “Selamat dan sukses untuk semuanya.”
Editor : Redaksi
