Selebrasi Dony Tri Pamungkas bersama Timnas Indonesia U-23 dalam laga persahabatan versus Indi
Jakarta,mili.id – Persiapan Timnas U-22 Indonesia menuju SEA Games ke-33 Desember mendatang menghadapi tantangan berat. Pelatih Indra Sjafri mengaku kesulitan memanggil sejumlah pemain andalannya yang berkiprah di luar negeri, termasuk empat pemain naturalisasi.
Empat nama yang diincar Indra adalah Tim Geypens (FC Emmen – Belanda), Dion Markx (TOP Oss – Belanda), Ivar Jenner (Utrecht – Belanda), dan Adrian Wibowo (Los Angeles FC – Amerika Serikat). Sementara satu pemain non-naturalisasi, Marselino Ferdinan (AS Trencin – Slovakia), juga masuk dalam daftar buruan.
Namun, harapan tersebut tampaknya sulit terwujud. Kelima klub pemilik pemain dikabarkan tidak memberikan respons positif atas rencana pemanggilan mereka untuk ajang dua tahunan itu.
“Pelatih Indra Sjafri sebaiknya realistis. Pemain seperti Marselino baru saja bergabung dengan klub barunya. Sangat sulit mendapatkan izin untuk ajang yang tidak masuk kalender FIFA,”ujar pakar sepak bola nasional Freddy Muli.
Memang, SEA Games bukan agenda resmi FIFA, sehingga klub tidak berkewajiban melepas pemain. Situasi ini memaksa Indra Sjafri memutar otak untuk menyusun skuad yang kompetitif tanpa mengandalkan pemain luar negeri.
Langkah Cepat Diperlukan
PSSI disebut masih bisa melakukan pendekatan formal kepada klub-klub Eropa dan Amerika agar mau melepas pemain. Namun, waktu semakin sempit. Persiapan tim harus segera dimatangkan mengingat Indonesia menargetkan mempertahankan medali emas yang diraih di edisi sebelumnya.
Indra sendiri berharap pengalaman dan kontinuitas program latihan dapat menutup celah absennya pemain-pemain top.
Sebelumnya, pengalaman pahit dialami pelatih Shin Tae-yong di Piala AFF 2024, ketika hanya Rafael Struick yang mendapat izin tampil dari klubnya. Dua pemain lainnya, Justin Hubner dan Ivar Jenner, dilarang bergabung—dan timnas pun tersingkir di fase grup.
Ancaman Serius dari Vietnam
Indonesia sebenarnya tergabung di grup yang relatif ringan bersama Myanmar, Filipina, dan Singapura usai drawing di Bangkok, Minggu (19/10/2025). Namun ancaman besar justru datang dari Vietnam, sang rival utama di Asia Tenggara.
Skuad muda Vietnam yang ditangani Kim Sang-sik tampil kian solid. Hampir seluruh pemainnya berpengalaman di V.League, dengan beberapa nama seperti Van Khang, Viktor Le, Phi Hoang, Van Truong, dan Thai Son sudah menembus lebih dari 50 pertandingan profesional.
Pelatih Kim dikenal piawai membaca pola lawan. Dalam laga pamungkas Piala Asia Tenggara U-23, Vietnam sukses menahan serangan Indonesia yang diperkuat pemain naturalisasi Jens Raven, lalu menang tipis 1-0 lewat gol Cong Phuong.
Dengan persiapan matang dan stabilitas tim yang tinggi, Vietnam kini difavoritkan untuk mengincar medali emas SEA Games 33—terutama jika Indonesia gagal membawa pemain-pemain kuncinya dari Eropa.
Editor : Erwin Muhammad
