Baktiono/Foto:MILI
Mili.id - Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Baktiono menilai, perawatan saluran air di Kota Pahlawan belum dirawat secara kontinyu dan modern.
"Hanya mengandalkan tenaga manusia," ungkap Baktiono.
Ia menjelaskan, walau saat ini Pemkot telah membangun crossing agar lebih cepat mengalirkan dan menampung air. Namun, cara itu dipandang belum efektif.
"Di jalan-jalan protokol, Jalan Pemuda sekarang kan sudah bangun crossing. Bahkan dipasang berapa unit box culvert berapa saluran, itu sama saja. Airnya meluap ke jalan, karena tidak dirawat atau tidak dibersihkan." beber Baktiono.
Untuk itu, solusinya menurut Baktiono, harus menggunakan sistem peralatan modern. Sebagaimana pernah ia sampaikan 3 tahun lalu. Yankni melalui exhaust drilling yaitu dibor sambil disedot.
"Kalau hanya mengandalkan tenaga manusia, Surabaya masih tetap akan tergenang, kalau sudah banyak (airnya) akan banjir." tegas Baktiono
exhaust drilling, sambung Baktiono fungsinya tidak akan merusak badan jalan dan minim menimbulkan kemacetan, apalagi waktu membersihkan dilakukan di jam tidak sibuk.
"Kalau menggunakan tenaga manusia, pasti akan membongkar, karena box di bawah trotoar. Pastinya akan mengganggu pemakai jalan raya dan mengganggu estetika kota. Belum lagi menelan biaya bongkar, kerusakan, pemasangan." sebut politisi senior PDI-P ini.
Maka, ia menekankan agar pengelolaan sistem ini harus canggih. Sebab kota Surabaya menjadi kota internasional sejak zaman Belanda. Bahkan Walikota Tri Risma Harini pernah didaulat jadi ketua negara-negara berkembang
"Artinya apa, kita dipandang memang sebagai kota yang berhasil." demikian tutup Baktiono
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Desak Pemkot Surabaya Segera Evaluasi dan Sanksi Tegas Spa Bermasalah
Editor : Redaksi
