Jatim Matangkan Desain Olahraga Daerah, Bidik Prestasi

Jatim Matangkan Desain Olahraga Daerah, Bidik Prestasi © mili.id

Rapat Koordinasi Penguatan Sistem Keolahragaan Provinsi Jawa Timur di Aula Hayam Wuruk, Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Senin (11/8/2025).

Surabaya, mili.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Penguatan Sistem Keolahragaan Provinsi Jawa Timur di Aula Hayam Wuruk, Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya, Senin (11/8/2025). Rapat dibuka oleh Asisten I Bidang Kesra Setdaprov Jatim, Imam Hidayat, sebagai tindak lanjut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan dan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Olahraga.

Imam menegaskan, forum ini menjadi wadah gagasan untuk menyusun Desain Olahraga Daerah (DOD) yang selaras dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). “Pelaksanaannya bukan hanya tugas Dispora, tapi melibatkan OPD, pemerintah kabupaten/kota, dan semua pihak terkait,” ujarnya.

Baca juga: Bakorwil Malang Perkuat Green Forestry dan Green Economy untuk Pembangunan Berkelanjutan

Rapat ini membahas pembinaan atlet, pembangunan sarana-prasarana, hingga pengembangan industri olahraga berkelanjutan. Imam mencontohkan, Spanyol mampu bangkit dari krisis ekonomi berkat prestasi sepak bolanya. “Olahraga bisa jadi hiburan, kebanggaan, sekaligus penggerak ekonomi,” katanya.

Kepala Dispora Jatim, Muhammad Hadi Wawan Guntoro, menyebut kegiatan ini sebagai momentum memperkuat sinergi lintas sektor — pemerintah, akademisi, media, badan usaha, dan masyarakat. “Dengan regulasi yang terus berkembang, kita perlu satu bahasa dalam penguatan olahraga daerah,” ujarnya.

Baca juga: Jatim Cetak Prestasi Nasional! Pendidikan Tembus 881 Indikator, Stunting Terendah Kedua di Indonesia

Ketua Komisi E DPRD Jatim, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., menegaskan prestasi olahraga Jatim bukan hanya soal juara. “Ini bukti bahwa kolaborasi mampu mengubah potensi menjadi kejayaan. Olahraga adalah gerbang baru Nusantara yang menyatukan semangat, membangun ekonomi, dan merangkul semua, termasuk atlet disabilitas,” tuturnya. Ia juga mendorong pemerataan pembinaan, mengingat saat Porprov terakhir masih ada daerah seperti Bondowoso yang hanya mengirim 12 kontingen.

Peserta rapat berasal dari KONI Jatim, Dinas Pemuda dan Olahraga kabupaten/kota, Pengprov cabang olahraga, NPCI, KORMI, PERWOSI, SIWO PWI, Bapomi, serta perangkat daerah provinsi. Narasumber yang hadir antara lain Hilman Rosada (Ditjen Keuangan Kemendagri), Andri Manuela Genting (Kemenpora), dan Windu Sugiarto (Kejati Jatim) dengan materi mulai dari pendanaan, kebijakan prestasi, hingga pengawasan program keolahragaan.

Baca juga: Bakorwil Malang Dukung Relokasi TPS Kaliwaron, Prioritaskan Kesehatan Lingkungan Pendidikan dan Masyarakat

Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi fondasi pengembangan olahraga Jatim, tidak hanya untuk meraih prestasi di arena kompetisi, tetapi juga membangun ekosistem industri olahraga yang mampu menggerakkan perekonomian daerah.

Editor : Muhammad



Berita Terkait