Bocah SD Tewas Tertabrak Truk di Bypass Mojokerto

Bocah SD Tewas Tertabrak Truk di Bypass Mojokerto © mili.id

Tempat kejadian perkara (TKP) bocah SD tewas tertabrak dump truk. (Dok. Satlantas Polres Mojokerto).

Mojokerto, mili.id - Bocah sekolah dasar (SD) di Mojokerto tewas tertabrak dump truk bernopol S 8084 NI.

Peristiwa tragis ini terjadi di Jalan Raya Simpang Empat Sekar Putih, Kelurahan Kedundung, Magersari, Kota Mojokerto, Rabu (23/7/2025) siang.

Baca juga: Idul Adha Dan Waisak, Tempat Hiburan Sampai Panti Pijat Dilarang Buka di Kota Mojokerto 

Bocah SD itu berinisial ZA (11), sementara sopir truk bernama Endrik Suroso (49), warga Desa Penompo, Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Endrik kini tengah diperiksa intensif oleh polisi untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.

Kasatlantas Polres Mojokerto Kota, AKP Galih Yasir Mubaroq menjelaskan, kecelakaan bermula ketika dump truk melaju dari arah timur ke barat atau dari arah Desa Kepuhanyar menuju ke Kota Mojokerto.

Sesampainya di simpang empat Sekarputih, dump truk berbelok ke utara di Jalan Bypass arah Surabaya setelah lampu traffic light hijau.

Baca juga: Ular Besar Masuk Rumah Warga Magersari, Petugas BPBD Kota Mojokerto Evakuasi dari Bawah Lemari

Disaat bersamaan, korban yang membawa sepeda onthel melaju dari barat ke timur atau dari arah Jalan Empunala. Di situlah, korban tertabrak dump truk.

"Dump truk melaju dari arah timur ke arah barat kemudian belok ke arah utara (arah Surabaya). Sesampai di TKP bertabrakan dengan sepeda onthel yang dikendarai oleh korban yang berjalan dari arah barat ke timur," jelasnya, Kamis (24/7/2025).

Kejadian tersebut mengakibatkan ZA tewas seketika di lokasi kejadian. Jenazahnya kemudian dievakuasi ke RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo.

Baca juga: Bus STJ Jakarta–Surabaya Terguling di Tol Jombang, 10 Penumpang Luka-Luka

"Korban mengalami luka pada dada sebelah kanan dan kaki kanan, dan meninggal di lokasi kejadian," kata Galih.

Atas kejadian ini, polisi mengimbau masyarakat selalu berhati-hati, mematuhi peraturan lalu lintas, serta konsentrasi ketika berkendara. Terlebih lagi ketika hujan yang membuat jalan licin dan jarak pandang terganggu.

"Kami imbau masyarakat konsentrasi dalam berkendara serta beretika di jalan sehingga dapat menciptakan kamseltibcarlantas. Apalagi ini anak kecil, orangtua harus selalu mengawasi anaknya," tutur Galih.

Editor : Redaksi



Berita Terkait