Arka Bintang Isadkauthar (kiri) - (Foto: Istimewa)
Surabaya, mili.id - Arka Bintang Isadkauthar, siswa SMA Al-Hikmah Surabaya lolos dalam seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional.
Arka akan menjadi perwakilan Surabaya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Republik Indonesia (RI) pada Agustus 2025 mendatang.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Tundjung Iswandaru menyampaikan rasa syukurnya atas keberhasilan lolosnya pelajar Kota Pahlawan itu.
"Alhamdulillah, Kota Surabaya lolos dalam seleksi nasional untuk pemilihan Paskibraka tingkat nasional. Pelajar tersebut bernama Arka dari SMA Al-Hikmah," terang Tundjung dikutip Sabtu (5/7/2025).
Tundjung menambahkan, Kota Surabaya secara konsisten memiliki perwakilan di tingkat nasional. Dalam prosesnya, Pemkot Surabaya mengirimkan satu pasang putra dan putri, tapi hanya Arka yang berhasil lolos.
"Tahun lalu dan tahun ini, ahamdulillah ada perwakilan dari Surabaya. Tahun lalu yang putri, sedangkan tahun ini yang putra," bebernya.
Ia mengungkapkan bahwa Arka berhasil melewati semua tahapan seleksi, mulai dari tahap awal, kesehatan, fisik, kepribadian, hingga penentuan akhir (pantukhir).
"Sangat membanggakan karena seleksinya cukup ketat. Dibutuhkan kesiapan fisik dan mental yang prima," ungkapnya.
Ke depan, Tundjung berharap agar pelajar Surabaya senantiasa mewakili kota ini di tingkat nasional setiap tahun.
"Targetnya itu, baik putra maupun putri, harapannya bisa dua-duanya," harapnya.

Sementara Kabid Kesatuan Bangsa Bakesbangpol Kota Surabaya, Daya Prasetyono turut mengungkapkan rasa syukurnya karena pelajar Surabaya atas nama Arka Bintang Isadkauthar telah berhasil lolos seleksi Paskibraka Nasional.
"Di tahun ini, seorang pelajar dari Kota Surabaya, yaitu Arka Bintang Isadkauthar, berhasil lolos seleksi Paskibraka Nasional," ujar Daya.
Daya menjelaskan proses seleksi yang ketat dimulai dari tingkat Kota Surabaya dengan berbagai tahapan. Arka harus melewati seleksi administrasi, tes wawasan kebangsaan (Pancasila), dan tes intelegensi umum (TIU).
Selanjutnya, Arka juga diuji melalui tes kesehatan, parade, dan tes fisik (samapta) yang meliputi Peraturan Baris Berbaris (PBB), lari, shuttle run, sit up, dan push up. Setiap tahapan seleksi bersifat gugur, artinya kegagalan di satu tahap akan menghentikan partisipasi peserta.
"Setelah serangkaian tes fisik, tahapan wawancara menjadi penentu nilai akhir. Arka berhasil menduduki peringkat kedua di tingkat kota. Dari Surabaya, dua pasang peserta (dua putra dan dua putri) yang menduduki peringkat satu dan dua dikirim untuk mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Jawa Timur," papar dia.
Di tingkat provinsi, Arka yang merupakan putra pasangan Anggi Saputra Ibrahim dan Tri Handayani Widya Sartika itu kembali menunjukkan kemampuannya dan berhasil masuk dalam peringkat teratas.
Tiga peserta terbaik dari provinsi, termasuk Arka, kemudian dikirim untuk mengikuti seleksi di tingkat nasional. Hasilnya, Arka menjadi satu-satunya perwakilan dari Surabaya yang lolos ke tingkat nasional.
"Sebelumnya, pada tahun lalu, perwakilan pelajar putri dari Surabaya juga berhasil lolos seleksi nasional," imbuhnya.
Lokasi penugasan Arka sebagai Paskibraka tingkat nasional masih belum ditentukan, apakah akan dilaksanakan di Ibu Kota Nusantara (IKN) atau di Istana Negara.
"Namun yang jelas, Arka akan menjalankan tugas sebagai pasukan pengibar bendera pusaka," kata dia.
Selanjutnya, untuk peserta yang lolos di tingkat kota, pengumuman dilakukan berdasarkan peringkat dalam aplikasi resmi dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Jakarta.
"Sebanyak 100 peserta (50 putra dan 50 putri) dipilih dari peringkat teratas, dan Arka termasuk di antara mereka, bersama para peserta yang lolos ke tingkat provinsi," terangnya.
Oleh sebab itu, Daya mengungkapkan rasa bangga dan bersyukur karena Kota Surabaya kembali dapat mengirimkan satu utusan ke Paskibraka Nasional.
Harapannya, antusiasme anak-anak SMA di Surabaya untuk mendaftar Paskibraka dapat terus meningkat di masa mendatang.
"Harapan kami dapat meningkatkan wawasan kebangsaan, jiwa kepemimpinan, dan mental daya juang mereka, yang akan menjadi bekal berharga dalam meraih cita-cita," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
