Bahan Bakar Alternatif Berbahan Limbah Bonggol Jagung Karya Mahasiswa Vokasi Unesa

Bahan Bakar Alternatif Berbahan Limbah Bonggol Jagung Karya Mahasiswa Vokasi Unesa © mili.id

Bahan Bakar Alternatif Berbahan Limbah Bonggol Jagung Karya Mahasiswa Vokasi Unesa (Foto: Unesa for mili.id)

Surabaya, mili.id - Tim mahasiswa Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengolah bonggol jagung menjadi produk arang briket sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.

Produk yang dinamai 'Wowone' itu dihasilkan Tim Chaanakya melalui Program Ormawa Membangun Negeri (POMN) 2024.

Baca juga: Aliansi Kalijudan Bersih, Desak Pengurus LPMK Mundur dan Dugaan Pungli Diusut Tuntas

Muhammad Fahmi Assidiq, salah satu anggota Tim Chaanakya menjelaskan bahwa arang briket mereka hasilkan dari limbah bonggol jagung di Desa Wonorejo, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan.

Penduduk Desa Wonorejo mayoritas sebagai petani, dengan komoditas berupa jagung dan padi. Luas area yang ditanami jagung mencapai 245,30 hektar, dan biasanya masyarakat menanam jagung dua hingga tiga kali dalam setahun.

Hasil pertanian itu menghasilkan limbah bonggol jagung melimpah, yang sering kali hanya dibuang atau dibakar oleh petani. Saat musim hujan tiba, limbah tersebut dapat berserakan di jalan-jalan.

"Limbahnya kan banyak. Apalagi kalau musim hujan itu sampai berjamur dan merusak pemandangan lingkungan. Untuk itulah tim kami cari cara untuk mengolahnya menjadi produk berdaya guna dan berdaya jual," tutur Fahmi, Selasa (22/4/2025).

Tim Chaanakya dari Fakultas Vokasi Unesa yang menciptakan bahan bakar alternatif dari limbah bonggol jagungTim Chaanakya dari Fakultas Vokasi Unesa yang menciptakan bahan bakar alternatif dari limbah bonggol jagung

Baca juga: DPMM FC Gagal Pertahankan Keunggulan, Tampines Rovers Paksa Laga Berakhir Imbang 2-2 di Piala Presiden 2026

Sementara Dina Hariyanti, anggota Tim Chaanakya lainnya memaparkan bahwa 'Wowone' memiliki keunggulan tersendiri, yaitu tanpa asap, tanpa bahan kimia, dan tidak menimbulkan percikan api. Briket ini juga lebih tahan lama dibanding produk sejenis lainnya.

"Bisa digunakan untuk memasak berbagai jenis makanan. Pemakaiannya pun mudah. Letakkan briket ke dalam wadah, bakar, lalu siap digunakan selama lebih kurang satu jam," bebernya.

Firman Yasa Utama, pembina Tim Chaanakya mengapresiasi produk yang dihasilkan mahasiswanya itu. Berkat produk 'Wowone', BEM Fakultas Vokasi meraih penghargaan Pelaksana Pengabdian Terbaik dari Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi (APTV) Kemendiktisaintek pada 2024.

"Produk 'Wowone' yang merupakan hasil dari implementasi program kerja pemberdayaan masyarakat ini termasuk inovatif, berkelanjutan, dan berdampak, sehingga berbuah penghargaan di level nasional," jelas Firman.

Baca juga: Pemkot Surabaya Tertibkan Bangli Demi Lindungi Aset Daerah Strategis

Arang briket 'Wowone' berhasil dipasarkan di daerah Lamongan dan sekitarnya. Ke depan, tim terus mengembangkan produk tersebut, termasuk meningkatkan kapasitas produksi serta menerapkan strategi pemasaran yang efektif.

Tim Chaanakya terdiri dari 10 mahasiswa Vokasi, yaitu Muhammad Fahmi Assidiqi (D-4 Teknik Listrik), Dina Hariyanti (D-4 Manajemen Informatika), Syafirda Azmi Aulia (D-4 Tata Busana), Mey Surya Mada (D-4 Tata Busana) dan Ahmad Fauzi Almurtadho (D-4 Teknik Listrik).

Kemudian M. Ilham Al Faridsi (D-4 Manajemen Informatika), Muhammad Al Faiz Putra (D-4 Manajemen Informatika), Reza Fatkhur Rohman (D-4 Manajemen Informatika), M. Sultonun Naim (D-4 Manajemen Informatika) serta Muhammad Chafid F (D-4 Teknik Listrik).

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait