Ilustrasi UMK/Pemkot Surabaya
Surabaya, mili.id - Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Surabaya kini bisa mengadu bila mendapati penipuan atau menjadi korban pinjaman.
Pemkot Surabaya kini telah menyediakan hotline pengaduan, menyusul kasus penipuan yang menimpa belasan pelaku UMKM di Kecamatan Benowo beberapa waktu lalu.
Baca juga: Persebaya Taklukkan Persija 1-0, Debut Shin Tae-yong Berakhir Pahit di Piala Presiden 2026
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati mengimbau pelaku UMKM agar lebih berhati-hati dalam menerima tawaran pesanan maupun program pinjaman modal.
"Memang untuk meminimalkan penipuan, saya harap pelaku UMKM bisa langsung konfirmasi dengan Dinkopdag Surabaya," terang Dewi, Senin (24/2/2025).
Dewi mengungkapkan bahwa pihaknya pernah menangani percobaan penipuan modus pesanan fiktif yang menimpa UMKM. Saat itu, pelaku UMKM mengaku menerima pesanan 500 unit sepatu untuk kebutuhan hotel.
"Namun sebelum memproses pesanan tersebut, pelaku UMKM sempat mengonfirmasi ke kami. Dan setelah kami lakukan pengecekan ke pihak hotel, ternyata nama pemesan tersebut tidak ada," ungkap Dewi.
Maka dari itu, Dewi kembali menegaskan kepada para pelaku UMKM untuk mewaspadai segala bentuk modus penipuan. Ia pun meminta para pelaku UMKM untuk melakukan konfirmasi atau verifikasi terlebih dahulu.
"Mohon berhati-hati terhadap segala jenis penipuan berkedok pinjaman UMKM. Jika ada informasi yang meragukan, silakan menghubungi hotline Dinkopdag di nomor WhatsApp 0812-2666-1900 atau akun Instagram resmi @dinkopdag_surabaya," bebernya.
Kepala Dinkopdag Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati
Baca juga: Aliansi Kalijudan Bersih, Desak Pengurus LPMK Mundur dan Dugaan Pungli Diusut Tuntas
Terkait kasus penipuan yang menimpa belasan UMKM di Benowo, Dewi menyampaikan bahwa pihaknya telah memfasilitasi korban untuk melakukan pemulihan nama di BI checking melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Kalau ada UMKM mengalami kasus serupa di wilayah lain, bisa disampaikan ke Dinkopdag biar kita fasilitasi untuk recovery BI checking ke OJK," terang dia.
Menurutnya, berdasarkan informasi dari kepolisian, kasus penipuan yang menimpa belasan UMKM di Benowo telah memasuki babak baru. Di mana terduga pelaku berinisial BAR, saat ini dalam pencarian Tim Satreskrim Polrestabes Surabaya.
"Informasi dari kepolisian, terduga pelaku buron, melarikan diri dan masih dicari oleh jajaran Reskrim," jelas Dewi.
Dewi kembali menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menjalankan usaha, terutama di tengah maraknya modus penipuan.
"Kami berharap para pelaku UMKM selalu melakukan konfirmasi ke Dinkopdag sebelum menerima tawaran pinjaman maupun pesanan dalam jumlah besar. Ini penting agar mereka tidak menjadi korban penipuan," jelasnya.
Dia juga memastikan bahwa Dinkopdag Surabaya akan terus mendukung pemulihan para korban. Termasuk membantu permodalan mereka agar dapat kembali menjalankan usahanya.
"Untuk penyelesaian UMKM yang menjadi korban ini kami bantu permodalan mereka, karena untuk pemulihan BI checking juga butuh proses," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
