Korban sewaktu tergeletak di pinggir Jalan Raya Manukan Kulon, Tandes, Surabaya. (Istimewa)
Surabaya, mili.id - NI (21) pemuda asal Tarokan, Kediri, babak belur bersimbah darah di area kepala dan wajah setelah dikeroyok belasan pemuda lain, di Jalan Raya Manukan Kulon, Tandes, Surabaya, pada Kamis (6/2/2025) dini hari.
Sujono (56), salah satu pedagang di lokasi kejadian mengatakan, saat itu ia dibangunkan istrinya yang ketakutan melihat bentrok di depan SPBU Pertamina Banjar Sugihan 54.601.101, sekitar pukul 01.00 WIB.
"Awalnya ada rombongan dari arah barat itu bleyer-bleyer. Terus dicegat di depan pom bensin. Jumlahnya (orang) banyak," katanya saat ditemui di sekitar TKP.
Tiba-tiba, dari arah berlawan ada kubu lain yang sama banyaknya Seketika mereka berhenti dan turun dari motor, sejurus kemudian langsung mengejar kubu yang dari arah barat tersebut.
"Bentroknya itu di depan pom bensin, korban yang tergeletak itu di samping diler Honda. Sempat kejar-kejaran mereka," tambahnya.
"Korbannya itu gaktau termasuk dari rombongan atau orang lain yang kena sasaran. Saya khawatirnya kalau korbannya ini sasaran yang salah," lanjutnya.
Sepengetahuan kakek yang memilik empat cucu ini, para pelaku yang melakukan pengeroyokan rata-rata mengenakan pakaian serba hitam. Namun ia tak bisa memastikan bila mereka kelompok pesilat atau bukan.
"Korban ini gak pakai seragam pencak silat. Kalau pelakunya rata-rata pakai baju hitam gitu aja. Mereka itu kayaknya sudah janjian. Jadi banyak sepeda itu tiba-tiba berhenti langsung bentrok," terangnya.
Menurutnya, polisi yang ada di lokasi saat kejadian telah mengamankan beberapa motor. Entah itu motor dari kubu mana, kendaraan itu diangkut menggunakan trek oleh petugas gabungan.
"Ada beberapa sepeda motor yang diamankan polisi pakai trek, ada 5 sepeda kalau gak 7 gitu. Iya banyak polisi semalam, Satpol PP juga," jelasnya.
Sementara informasi yang ia himpun, salah satu kubu sebelum terlibat bentrok sempat melakukan pengerusakan dan melempari pengunjung warung kopi di kawasan Jalan Bander Rejo, Benowo, Surabaya.
"Ada beberapa warung di Sememi yang dilempari juga. Gak tau itu kubu mana yang melakukan pengerusakan dan pelemparan," paparnya.
Kanitreskrim Polsek Tandes, Iptu Jumeno Warsito saat dikonfirmasi tak membantah adanya insiden bentrok tersebut. Ia mengatakan kasus ini ditangani oleh Polrestabes Surabaya. "Ditangani Polres, mas" singkatnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasihumas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty Dewi Nainggolan membenarkan bila kasus ini sedang ditangani jajaran Satreskrim Polrestabes Surabaya.
"Iya mas ditangani Polrestabes. masih penyelidikan ya, sabar," pungkasnya.
Sementara informasi yang diterima milikindonesia.id, kubu yang disebut datang dari arah barat merupakan salah satu kelompok pesilat yang baru saja selesai melakukan demo di salah satu polsek wilayah Gresik.
Dalam perjalanannya keluar Kota Surabaya ini, kelompok tersebut telah dikawal ketat oleh petugas gabungan. Namun, ketika kembali masuk Surabaya, mereka malah terlibat bentrok dengan kelompok lain.
Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun
Editor : Achmad S
