Anggota TNI bersama warga berusaha mengevakuasi badan pesawat dari tepi pantai.(Eko Purwanto/mili.id)
Banyuwangi, mili.id - Syamsul Arifin, pengelola wisata Pantai Gumuk Kantong, Muncar, Banyuwangi menyaksikan detik-detik pesawat latih jenis Cessna diduga milik Akademi Penerbangan Indonesia (API) jatuh di perairan. Menurutnya, pesawat itu terlihat menukik sebelum terjatuh ke perairan, Selasa (04/2).
"Pesawat terlihat menukik sebelum terjatuh ke perairan," ujarnya.
Baca juga: Jenderal Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Indonesia Kembali Kehilangan Putra Terbaik Bangsa
Ketika insiden itu terjadi, Syamsul sedang berada di warung menemani istrinya berjualan. Terdengar bunyi keras sesaat setelah pesawat itu menukik dan terjatuh.
"Terdengar suara keras setelah pesawat itu terjatuh ke laut. Saya langsung lari berusaha mendaketi pesawat itu," ungkapnya.
Syamsul menyaksikan ada dua orang lelaki keluar dari dalam pesawat. Ia pun berusaha menyelamatkan kedua orang tersebut.
"Ada dua orang yang keluar. Dua-duanya laki-laki dan alhmdulillah dalam kondisi baik-baik saja," katanya.
Baca juga: Prabowo Resmikan Kedatangan Rafale dan A400M untuk Perkuat TNI
Pesawat itu menurutnya terjatuh di perairan berjarak sekitar 50 meter dari pesisir pantai. Setelah menyelamatkan kedua lelaki itu, ia bersama warga dan nelayan setempat berusaha mengevakuasi badan pesawat ke pesisir pantai.
"Ramai-ramai bersama warga dan nelayan menepikan pesawat ke pesisir," jelasnya.
Hingga Selasa sore ini upaya evakuasi tengah dilakukan petugas dari TNI, Polri, dan nelayan, serta warga setempat. Di dekat lokasi dipasangi garis pembatas agar warga tidak mendekati badan pesawat.
Baca juga: Nganjuk Jadi Percontohan Nasional, Panen Raya Kedelai Libatkan TNI hingga Menteri Pertanian
Pihak API sendiri belum memberikan keterangan resmi. Sejumlah petugas berbaju API dan ambulans School Pilot Banyuwangi siaga di TKP.
Editor : Aris S
