Merasa Tak Dapat Jawaban Soal Konflik Jalan, Massa Aksi Unras Wadul ke DPRD Jember

Merasa Tak Dapat Jawaban Soal Konflik Jalan, Massa Aksi Unras Wadul ke DPRD Jember © mili.id

Hearing Perwakilan Massa Aksi dengan Komisi C DPRD Jember. (Atta Hatta/Mili.id)

Jember, mili.id - Tidak puas dsri hasil aksi unras yang dilakukan dua ribu lebih warga dari wilayah Jember Selatan, yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat Bersatu UMKM dan para sopir dump truck di Kantor Pemkab Jember mereka wadul ke Komisi C DPRD Jember, Senin (3/1/2025).

Korlap Aksi Samsul Rizal, bahkan menuding adanya polemik ini. Karena kelompoknya tidak diundang saat acara pembahasan di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin sore (13/1/2025) lalu.

Baca juga: Aston Jember Sajikan Sensasi Street Food Jepang Autentik

Serta menuding Bupati Jember Hendy Siswanto menjadi penyebab terjadinya polemik soal pembatasan dump truck yang melintas di wilayah Jember Selatan.

"Jadi, intinya kami meminta kepada pemerintah daerah, kepada provinsi, pusat, dan juga kepada anggota dewan. Hari ini, sebenarnya, saya hanya meminta akses jalan harus dibuka. Itu tuntutan kami," kata Samsul saat dikonfirmasi usai melakukan hearing atau Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi C DPRD Jember.

"Kami dibatasi, sehingga para pelaku UMKM ini sangat dirugikan dengan pendapatan atau penghasilannya yang biasanya mendapatkan secara normal. Sekarang, pendapatannya sangat menurun," sambungnya.

Dengan persoalan yang menurutnya belum menemukan hasil sesuai harapan, pihaknya berharap adanya solusi yang nantinya bisa dilakukan oleh perwakilan di DPRD Jember.

Baca juga: Ratusan Mahasiswa PMII Gelar Aksi di DPRD Jatim, Sampaikan 11 Tuntutan

"Sampai saat ini tidak ada hasil, namun kami tetap berupaya bagaimana akses jalan itu harus dibuka. Kami manusia biasa, karena ini masih bisa dikoordinasi, anggota dewan masih bisa membantu kami sebagai garda masyarakat," ucapnya.

Samsul menegaskan jika pertemuan itu bupati tidak hadir menemui mereka, dengan alasan kunjungan kerja. Seandainya bupati hadir, tidak seperti ini.

Menanggapi keluhan yang disampaikan massa aksi, Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo mengatakan untuk berupaya menjadi jembatan terkait desakan yang diminta, soal pembukaan akses jalan.

Baca juga: Iran Pertahankan Penutupan Selat Hormuz, Kaitkan dengan Situasi Lebanon dan Ekspor Minyak

"DPRD sudah berupaya dan telah berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga Provinsi dan Dinas Perhubungan Provinsi karena akses jalan itu adalah jalan provinsi. Alhamdulillah, kami diterima dengan baik dan kami mengusulkan untuk menaikkan kelas jalan provinsi dari 3 ke 1," ujar Ardi.

"Artinya, sementara masih tertutup karena memang Dinas PU Provinsi belum berani untuk membuka akses," sambungnya.

Menyikapi soal Bupati Jember Hendy Siswanto yang dinilai tidak menemui massa aksi, Legislator Partai Gerindra ini, menyayangkan sikap yang dilakukan bupati itu.

Editor : Aris S



Berita Terkait