Ketika Jalan Antardesa di Kabupaten Mojokerto Ditanami Pohon Pisang

Ketika Jalan Antardesa di Kabupaten Mojokerto Ditanami Pohon Pisang © mili.id

Jalan antardesa di Kabupaten Mojokerto ditanami pohon pisang oleh warga (Foto: Dok. warga setempat)

Mojokerto, mili.id - Jalan antardesa di Kabupaten Mojokerto ditanami pohon pisang oleh warga.

Pohon pisang ditanam warga di Jalan Dusun Kedungpalang, Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis. Ini merupakan bentuk protes warga setempat atas kondisi jalan yang rusak parah.

Baca juga: Sopir Truk Bata Ringan Terjepit 2 Jam Usai Terguling ke Sawah di Mojokerto

Jalan milik Kabupaten Mojokerto itu juga berlumpur dan sudah puluhan tahun tak tersentuh perbaikan.

Aksi ini untuk mendorong pemerintah tidak tutup mata, sehingga segera memperbaiki jalan penghubung Lakardowo-Parengan tersebut.

"Jalan puluhan tahun rusak parah tidak pernah jadi perhatian, tidak pernah diperbaiki," ujar Rofik, salah satu warga sembari menanam pisang.

Aksi tanam pohon pisang di jalan raya ini menarik perhatian pengendara yang melintas. Beberapa mereka memilih berhenti dan mengabadikan momen tersebut untuk diunggah ke media sosial.

Jalan antardesa di Kabupaten Mojokerto ditanami pohon pisang oleh warga (Foto: Dok. warga setempat)Jalan antardesa di Kabupaten Mojokerto ditanami pohon pisang oleh warga (Foto: Dok. warga setempat)

Baca juga: Ratusan Relawan Mojokerto Ikuti Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Ini Kata Cak Sumardi

Sebab jalan ini sudah lama menjadi keluhan masyarakat. Apalagi kerusakan yang terjadi tidak sekadar lubang-lubang besar layaknya galian c, tapi berlumpur saat musim hujan.

Kondisi jalan itu menyulitkan pengendara yang melintas. Bahkan beberapa pengendara motor kerap terjatuh karena terpeleset, utamanya saat malam hari.

"Warga sering menyampaikan keluhannya, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata dari pemerintah. Kami terpaksa melakukan ini agar tidak sampai mencelakakan pengendara lagi, agar jadi perhatian," sambung Sokip, warga lain.

Ia menyebut, jalan ini sebenarnya akses utama bagi masyarakat jika hendak ke luar desa. Baik akses menuju fasilitas kesehatan, pendidikan ataupun tempat kerja ke pabrik.

Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian

"Kerusakan yang dibiarkan terlalu lama tidak hanya berdampak pada kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga pada ekonomi masyarakat," keluhnya.

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan memperbaiki jalan ini.

"Kami hanya ingin jalan yang layak agar aktivitas kami tidak terganggu," timpal Payadi, warga setempat.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait