Pemahaman yang Bisa Merusak Akidah Tentang Isra Miraj Menurut Gus Baha

Pemahaman yang Bisa Merusak Akidah Tentang Isra Miraj Menurut Gus Baha © mili.id

Ilustrasi (Image by Freepik)

Surabaya, mili.id - Gus Baha menjelaskan bahwa pemahaman yang salah, bisa merusak akidah tentang peristiwa isra miraj.

Dikutip dari NU Online, Rais Syuriyah PBNU bernama asli KH Ahmad Bahauddin Nursalim itu mengatakan ada hal yang perlu diketahui umat Muslim dalam peristiwa Isra Miraj, khususnya dalam bab turunnya perintah salat.

Baca juga: Senang Dulu Sebelum Iman

Dalam pandangan Gus Baha, umat IsIam tidak boleh salah paham tentang jumlah salat 50 waktu yang kemudian berkurang menjadi 5 waktu dalam peristiwa Isra Miraj.

"Jadi kamu tidak boleh punya keyakinan, sebetulnya Allah itu dari awal ngotot ingin membuat sholat lima puluh waktu. Setelah melihat Nabi, menjadi tidak tega, berkurang jadi lima waktu," jelas Gus Baha dikutip dari YouTube Santri Gayeng, Minggu (26/1/2025).

Menurut Gus Baha, pikiran yang mengatakan bahwa Allah mengurangi jumlah salat setelah ketemu Nabi, bisa merusak akidah atau tauhid.

Namun, pemikiran yang benar secara ilmu tauhid, sebetulnya dari awal Allah menghendaki 50 waktu dulu, tapi pada hakikatnya, pada praktiknya hanya 5 waktu yang akan diberlakukan.

"Setelah Nabi Muhammad bertemu Allah, kemudian Allah mewajibkan kepada Nabi dan umatnya untuk melakukan sholat lima puluh waktu. Kemudian turun anugerah Allah, maka akhirnya dikurangi hingga tinggal lima waktu yang wajib dikerjakan," papar ulama asal Rembang, Jawa Tengah ini.

Baca juga: Menyelami Isra Mi’raj, Peristiwa Ilahiah Penuh Pelajaran Kehidupan

Dia menegaskan bahwa tidak boleh seseorang beranggapan kalau Allah punya pertimbangan ulang setelah bertemu Nabi Muhammad. Hal itu sama saja mengatakan bahwa ilmunya Allah sesuatu yang baru. Dan itu tentu tidak boleh dalam ilmu tauhid, karena menyerupai makhluk.

"Tidak boleh mengatakan Allah mengevaluasi ulang, akhirnya menjadi lima waktu. Keyakinan seperti ini tidak boleh. Karena menunjukkan ilmu Allah sesuatu yang baru. Allah jadi tahu setelah banyak evaluasi," ulasnya.

Keyakinan yang harus dipegang, kata Gus Baha, Allah dengan sifat ilmunya sudah tahu sebelum adanya pertemuan dengan Nabi Muhammad. Allah itu tahu sebelum adanya evaluasi dan tidak butuh evaluasi.

"Jadi sejak awal peristiwa Isro' Mi'roj, Allah sudah tahu kejadiannya akan demikian," tandasnya.

Baca juga: Warna-Warni Tradisi Nusantara Menyambut Isra Miraj

Seperti peristiwa saran dari Nabi Musa yang meminta Nabi Muhammad kembali menemui Allah, supaya mengurangi waktu salat.

Allah juga tahu, imbuh Gus Baha, peristiwa Isra Miraj akan dibenarkan oleh Abu Bakar dan setiap orang yang memiliki akal dan pemikiran yang segar, lalu diingkari oleh kafir Quraisy.

"Peristiwa ini seperti yang telah dikehendaki Allah pada zaman azali dahulu. Namun, meskipun lima waktu, pahalanya tidak berkurang dari shalat lima puluh waktu," pungkas Gus Baha.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait
© mili.id

Senang Dulu Sebelum Iman

© mili.id

Warna-Warni Tradisi Nusantara Menyambut Isra Miraj