19 Januari, 10 Tahun Lalu Pengusaha Nyentrik Bob Sadino Wafat

19 Januari, 10 Tahun Lalu Pengusaha Nyentrik Bob Sadino Wafat © mili.id

Mendiang Bob Sadino mengenakan mengenakan 'baju dinas' bercelana pendek bertemu Presiden Soeharto (istimewa)

Surabaya, mili.id - Tepat pada 19 Januari 2015 atau 10 tahun yang lalu, pengusaha dengan ciri khas berpakaian santai Bambang Mustari Sadino atau yang akrab di telinga masyarakat sebagai Bob Sadino dinyatakan wafat karena menderita sakit.

Pemilik jaringan usaha Kemfood dan Kemchick yang lahir 9 Maret 1933 ini sempat dirawat selama dua pekan di Rumah Sakit Pondok Indah. Sekitar jam 18.05 WIB, ia meninggal dunia di usia 81 tahun.

Pria yang lahir di Bandar Lampung ini, terlahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orangtuanya meninggal, Sadino yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya.

Sadino Muda Menghabiskan Harta untuk Keliling Dunia

Karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan, maka seluruh harta kekayaan orangtuanya diwariskan kepada Sadino. Ia kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia.

Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lloyd kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.

Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan.

Sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.

Karier Awal Bob Sadino: Menyewakan Mobil hingga Kuli Bangunan

Pekerjaan pertama yang dilakoni Bob Sadino setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. 

Namun sayang, suatu ketika ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, dia beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan dengan upah harian Rp.100.

Suatu hari, seorang teman menyarankan dirinya memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresi yang dialaminya. Ia tertarik dan mulai mengembangkan usaha peternakan ayam. 

Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar, dan dialah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Sadino menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. 

Ketika itu, telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli oleh ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang, serta beberapa orang Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri. 

Namun seiring berjalannya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal sehingga bisnis Sadino semakin berkembang. Ia kemudian melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam. 

Selain memperkenalkan telur ayam negeri, ia juga merupakan orang pertama yang menggunakan perladangan sayur dengan sistem hidroponik di Indonesia.

Catatan awal tahun 1985 menyebutkan, rata-rata per bulan perusahaan Sadino mampu menjual 40-50 ton daging segar, 60-70 ton daging olahan, dan sayuran segar 100 ton.

Ciri Khas Bob Sadino: Berpakaian Santai di Segala Tempat

Bagi kebanyakan orang, ketika mereka bertemu orang penting, mereka akan selalu berusaha terlihat baik dan mengenakan pakaian yang rapi. Tapi hal itu sangat bertentangan dengan Bob Sadino yang tidak ragu mengenakan celana pendek saat bertemu orang-orang penting.

Bahkan gaya pakaiannya itu tetap digunakan sekalipun bertemu dengan Presiden, seperti Soeharto, Megawati Sukarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono, yang pernah berkunjung ke rumahnya.

Seolah-olah celana pendek adalah baju dinasnya. Suatu hari, dia pernah diundang ke gedung DPR dan ia tetap memakai celana pendek seperti biasa. Pada saat itu salah satu staf gedung DPR bahkan mengingatkannya untuk berpakaian rapi, namun hal ini tak diindahkan.

Baca juga: Wujud Kepedulian Dunia Usaha, Kadin Jatim Bagikan Daging Qurban kepada 1.750 Penerima

Editor : Achmad S



Berita Terkait