Lokasi rumah pusat ledakan di Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Mojokerto. (nana/mili.id)
Mojokerto, mili.id - Aroma menyengat bahan kimia tercium warga saat evakuasi jenasah para korban ledakan rumah di Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
"(Aroma belerang menyengat) Iya sampai sekarang, saya kemarin evakuasi jenasah, oh bau banget, sampai sini juga (kediamannya yang berjarak 100 meter dari lokasi ledakan)," ucap salah satu warga yang mengevakuasi jenasah korban pada mili.id, (Selasa 14/1/2025).
Rumah Aipda Maryudi yang menjadi pusat ledakan hingga menyebabkan satu rumah lainnya rusak parah, dua rusak sedang, dan enam rusak ringan saat ini sudah tertutup terpal berwarna biru sekitar pukul 07.17 WIB.
Garis police line masih terpasang di sekitar area terdampak ledakan. Warga pun masih berdatangan ke lokasi kejadian yang menewaskan ibu dan anak, Luluk Sudarwati (40) dan Kaffa (2).
Peristiwa ledakan maut ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB pada Senin (13/1/2025). Kuatnya ledakan membuat kerusakan rumah anggota Bhabinkamtibmas Polsek Dlanggu, Polres Mojokerto ini hancur hingga 95 persen.
Sedangkan, rumah korban Luluk (40) mengalami kerusakan 60 persen. Dimana ia dan putranya berada di dalam kamar dan akhirnya tertimbun runtuhan bangunan beton akibat ledakan.
Sementara, Aipda Yudi diamankan Propam Polres Mojokerto sekitar pukul 11.47 WIB. Ia menjalani pemeriksaan internal maupun oleh Satreskrim Polres Mojokerto.
Polisi pun menerjukan Tim Labfor Polda Jatim, Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto, serta Tim Gegana Satbrimob Polda Jatim untuk olah TKP sejak pukul 13.25 WIB.
Bahkan, alat berat atau ekskavator didatangkan untuk menyingirkan retuntuhan dari rumah Aipda Maryudi.
Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian
Editor : Achmad S
