Tim Inafis gabungan menggunakan metal detector di TKP (Foto: Eko Purwanto/mili.id)
Banyuwangi, mili.id - Tim gabungan membawa metal detector saat mendatangi TKP penemuan mayat siswi MI di Banyuwangi korban pembunuhan.
Tim gabungan terdiri dari Jatanras Polda Jatim, Inafis Polda Jatim, Inafis Polrestabes Surabaya dan Polresta Banyuwangi.
Baca juga: 49 Adegan Sadis! Detik-detik Badut Mainan Habisi Mertua di Mojokerto Direka Ulang
Pendalaman di TKP dipimpin langsung Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol M Farman dan Kasubdit Jatanras AKBP Arbaridi Jumhur.
Metal detector dipakai Tim Inafis untuk mendeteksi adanya kemungkinan benda milik terduga pelaku yang masih tertinggal.
Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol M Farman memimpin tim gabungan di TKP (Foto: Eko Purwanto/mili.id)
"Metal detector dimungkinkan untuk mendeteksi adanya benda kecil milik pelaku berupa logam yang dimungkinkan tertinggal," ungkap Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Andrew Vega, Senin (30/12/2024).
Baca juga: Fakta Baru, Usai Bercumbu Badut Penjual Mainan di Mojokerto Ngamuk Lihat Chat WA Istri dab PIL
Selain itu, tim yang bekerja sejak Senin pagi itu melakukan pengukuran jarak pada jalan yang diduga dilintasi korban sebelum dihabisi.
Vega menyebut, keterangan-keterangan yang sudah digali diperdalam lagi supaya menambah terang kasus ini.
"Keterangan-keterangan yang selama ini telah kami diambil dipastikan kembali oleh tim yang bekerja saat ini," ungkapnya.
Baca juga: Tes Psikologi Ungkap Badut Pembunuh Mertua di Mojokerto Beraksi Sadar, Dipicu Emosi Keluarga
Siswi MI berinisial CN (7), warga Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru itu ditemukan tewas pada Rabu (13/11/2024), oleh ibu dan guru-gurunya yang melakukan pencarian.
Untuk mengungkap kasus tersebut, polisi telah memeriksa puluhan orang, melakukan olah TKP beberapa kali, hingga melibatkan Unit Satwa K-9.
Editor : Narendra Bakrie
