Keluarga asal Surabaya menikmati keindahan Pantai Teluk Asmara di Malang selatan (Foto: Kris for mili.id)
Malang, mili.id - Keindahan Pantai Teluk Asmara di Malang selatan, bisa dibilang Raja Ampatnya Jawa Timur.
Pantai Teluk Asmara menawarkan keindahan yang pasti bikin mata terpana. Selain asyik untuk camping, pengunjung juga bisa menginap di vila yang nyaman dengan pemandangan hamparan pantai. Harganya pun cukup terjangkau.
Pantai Teluk Asmara menjadi destinasi wisata tersembunyi, yang siap memanjakan para wisatawan.
Keindahan alamnya eksotis, dengan gugusan pulau kecil yang membentang di sekitarnya, membuat Pantai Teluk Asmara kerap dijuluki Raja Ampatnya Jawa Timur.
Pantai Teluk Asmara menawarkan pesona alam yang tak tertandingi. Pasir putihnya lembut, air lautnya jernih.
Ombaknya yang tenang juga menjadi daya tarik tersendiri, memungkinkan wisatawan untuk menikmati keindahan pantai dengan lebih leluasa.
Keindahan Pantai Teluk Asmara di Malang selatan (Foto: Kris for mili.id)
Bagi yang ingin menikmati keindahan Pantai Teluk Asmara lebih lama, wisatawan bisa menginap dengan cara camping atau menyewa tenda yang harganya cukup terjangkau, mulai dari Rp50 sampai Rp100 ribu.
Namun, di sini juga tersedia Villa Asmara Hills yang menawarkan penginapan dengan view langsung ke pantai. Vila ini dibandrol dengan harga Rp750 ribu per malam dan menawarkan pengalaman menginap yang nyaman dan mewah.
Suyitno, pengelola Villa Asmara Hills mengatakan bahwa Pantai Teluk Asmara merupakan destinasi wisata tersembunyi yang layak untuk dikunjungi.
"Dengan membayar tiket masuk 15 ribu rupiah, Anda bisa menyaksikan keindahan alam yang eksotis, serta penginapan yang nyaman dan aksesibilitas yang mudah dijangkau," ungkap Suyitno.
Menurutnya, destinasi ini bisa menjadi pilihan ideal untuk liburan tahun baru atau untuk sekedar menenangkan diri setelah menjalani rutinitas pekerjaan yang cukup padat.
"Villa Asmara Hills sudah penuh booking sejak tanggal 28 Desember sampai 3 Januari 2025. Banyak yang ingin menikmati liburan tahun baru di sini," pungkas Suyitno.
Editor : Narendra Bakrie
