Penanganan musibah banjir sepanjang hari di Jember. (Atta Hatta/Mili.id)
Jember, mili.id - Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan 7 desa di Jember banjir akibat luapan air sungai, hingga 5.000 lebih warga terdampak.
Tercatat oleh BPBD Jember kurang lebih 5.498 warga tinggal di 7 desa di Kecamatan Tempurejo dan Wuluhan yang terdampak banjir, dan hingga Minggu (22/12/2024) malam, sebanyak 131 warga mengungsi di Balai Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, Jember.
Baca juga: BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Bali
"Untuk musibah angin kencang terjadi di wilayah Kecamatan Ambulu, Kalisat, Sukowono, dan Sukorambi. Tercatat 6 pohon tumbang, satu rerimbunan Bambu tumbang, dan satu dapur rumah warga mengalami rusak ringan akibat tertimpa rerimbunan bambu," ujar Korlap TRC BPBD Jember Firman Arifianto saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.
Dipaparkan Firman, untuk musibah banjir, terjadi di 7 desa di Kecamatan Tempurejo dan Wuluhan.
Untuk wilayah Kecamatan Tempurejo, terjadi di Desa Sanenrejo, Wonoasri, Curah Nongko, Curah Takir, Andongrejo, dan Sidodadi.
"Untuk di Kecamatan Wuluhan, di Dusun Sumberejo, Desa Glundengan. Untuk korban terdampak, di Kecamatan Tempurejo ada 1573 Kk (5230 jiwa), sedangkan Kecamatan Wuluhan ada 67 KK (268 jiwa)," ujar pria yang akrab disapa Arif ini.
Warga terdampak banjir di Jember tinggal di pengungsian.(Hatta/mili.id)
Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember
Untuk musibah banjir, lanjutnya menjelaskan, sekitar pukul 11.40 WIB terjadi kenaikan debit air di tiga sungai wilayah setempat.
"Yakni Sungai Mayang, Bedadung, Kalisanen, dan Curahnongko. Kemudian sekitar pukul 12.20 WIB, terjadi banjir di beberapa titik wilayah Kecamatan Tempurejo dan Wuluhan itu. Sungai Kalisanen dan Curah Nongko tidak mampu menampung debit air dan meluber ke pemukiman warga dengan ketentuan air kurang lebih 60 cm - 140 cm, atau sekitar perut orang dewasa," jelasnya.
Dari musibah banjir ini, lebih lanjut kata Arif, ratusan warga diungsikan ke tempat aman. Yakni di Posko Balai Desa Wonoasri.
"Tercatat malam ini, ada sebanyak 131 warga yang diungsikan," sambungnya.
Baca juga: Antusias Warga Jember Ikuti Kompetisi Fun Run Gratis, Gebrakan MAKI Jatim
Untuk penanganan musibah banjir, TRC BPBD Jember dibantu ratusan relawan dari berbagai unsur, Tagana Dinsos Jember, juga Relawan dari Baret NasDem Jember. Membantu proses penanganan warga terdampak banjir.
"Untuk air malam ini mulai surut di beberapa wilayah desa. Seperti di Desa Sanenrejo, Curah Takir, Andongrejo, dan Sidodadi. Warga mulai membersihkan rumah. Untuk desa lainnya air masih menggenang dan curah hujan masih tinggi. Dimungkinkan banjir susulan bisa saja terjadi," jelas Arif.
"Untuk Tagana mendirikan dapur umum untuk membantu memasak nasi bungkus. Karena dapur warga terdampak dan tidak bisa memasak. Relawan lainnya melakukan proses evakuasi warga untuk diamankan di pengungsian. Khususnya warga yang tua, anak-anak, dan balita," imbuhnya.
Editor : Aris S
