Anak Bunuh Bapak di Sidoarjo, Polisi Dapati 15 Luka Tusuk di Tubuh Korban

Anak Bunuh Bapak di Sidoarjo, Polisi Dapati 15 Luka Tusuk di Tubuh Korban © mili.id

Jenazah korban pembunuhan oleh anak kandung di Sidoarjo.(dok)

Sidoarjo - Tim Forensik Pusdik Bhayangkara Porong telah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap jasad Badun Soleh (60), yang tewas dibunuh oleh Sholichudin (33) anaknya sendiri.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Fahmi Amarullah mengatakan, hasil pemeriksaan pada jasad korban, petugas setidaknya dapati 15 luka tusuk di beberapa bagian.

Baca juga: Gerindra Sidoarjo Apresiasi Evaluasi Pimpinan BGN oleh Presiden Prabowo

"Seperti di leher ada, di dada, sama di sekitar kepala. Jadi pelaku menggunakan celurit yang gagangnya sudah copot untuk membunuh ayah kandungnya," katanya, Selasa (17/12/2024).

Selain luka akibat senjata tajam jenis sabit, petugas juga menemukan sejumlah luka lebam akibat benda tumpul. Selain itu, korban juga sempat dibenturkan pada tembok beberapa kali.

Sedangkan untuk terkait penyebab kematiannya, korban mengalami pendarahan hebat akibat tebasan sabit di bagian leher.

"Hasil pemeriksaan mayat korban, ditemukan luka bacok pada bagian leher kanan sehingga mengakibatkan pendarahan," lanjutnya.

Baca juga: fave hotel Sidoarjo Gelar “Yoga & Bloom”, Gabungkan Yoga, Edukasi Kesehatan Wanita, dan Healthy Breakfast

Sementara mengenai motif sesungguhnya pelaku nekat menghabisi korban, Fahmi mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku.

"Pelaku masih di RSJ dan kita tunggu perkembangannya, sembari kita lakukan pemeriksaan," pungkasnya.

Sebelumnya, Satreskrim Polresta Sidoarjo telah mengamankan Sholichudin (33), pelaku pembunuhan Badun Soleh (60), di Dusun Bokongisor, Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (15/12/2024).

Baca juga: Masifkan Gerakan Ketahanan Pangan, Polisi di Kecamatan Tarik Dampingi Petani

Korban yang tak lain adalah bapaknya sendiri. Kini pelaku masih dalam pemeriksaan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr. Radjiman Wediodiningrat, Malang.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo AKP Fahmi Amarullah mengungkapkan, berdasar keterangan yang dihimpun dari sejumlah saksi, pelaku diduga kuat stres akibat ditinggal istrinya.

"Dari informasi dia mengalami gangguan jiwa selepas ditinggal istrinya sekitar lima tahun yang lalu," ujarnya, Selasa (17/12/2024).

Editor : Aris S



Berita Terkait