Banjir Sepanjang 500 Meter, Jalan Utama Penghubung Paowan-Kendit Situbondo Lumpuh

Banjir Sepanjang 500 Meter, Jalan Utama Penghubung Paowan-Kendit Situbondo Lumpuh © mili.id

Pemotor yang mencoba menerobos banjir.(Fatur Bari/mili.id)

Situbondo - Sejumlah ruas jalan di Kota Situbondo tergenang air dengan ketingian hingga 50 centimeter, setelah hujan deras dengan intensitas tinggi, mengguyur kawasan Situbondo selama tiga jam.

Bahkan jalan penghubung Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, dengan sejumlah desa di Kecamatan Kendit lumpuh, akibat banjir hingga setinggi lutut orang dewasa, yang mengakibatkan banyak motor yang mogok.

Baca juga: Kapolres Situbondo dan Kasat Polairud Raih Penghargaan Africa Van Java Awards 2026

Tidak hanya itu, hujan deras dengan intensitas tinggi, juga mengakibatkan tembok penahan tanah (TPT) pada 2 titik di jalan Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan ambruk sepanjang 15 longsor, sedangkan jalan aspal 16 meter kondisinya retak.

Hujan dengan intensitas tinggi, juga mengakibatkan rumah semi permanen milik Misnayo (64), warga Desa Juglangan, Kecamatan Panji ambruk, diduga akibat kayu bangunan lapuk karena di makan usia, tidak ada korban dalam bencana tersebut.

"Tidak ada korban dalam bencana TPT longsor dan bencana rumah ambruk," kata Sonata, salah seorang petugas Pusdalop BPBD Kabupaten Situbondo, Minggu (15/12/2024).

Pantauan di lapangan, khusus jalan Desa Paowan sepanjang 500 meter yang tergenang air, dengan ketinggian air setinggi lutut orang dewasa,

Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang Sigi

Karena jalur tersebut merupakan satu-satunya jalur yang menghubungkan, dengan sejumlah desa di Kecamatan Kendit, Situbondo, sehinggga banyak pemotor, yang nekat menerobos genangan air dengan panjang sekitar 500 meter, namun upaya tersebut membuat motor mogok akibat mesinnya kemasukan air.

Mengetahui banyak motor mogok, puluhan anak-anak yang mandi di lokasi banjir, membantu pemotor mendorong motornya.

"Awalnya saya menduga air hanya tidak sampai 30 cm, namun setelah saya menerobos banjir, ternyata ketinggian airnya diatas lutut orang dewasa, sehingga
motor saya macet, untung ada anak-anak yang mandi langsung mendorong motor saya,"ujar Misbah, pemotor asal Kendit.

Baca juga: Sungai Wanggu Meluap Setinggi Dada, Brimob Sultra Terjunkan Tim SAR dan Mobil Penjernih Air

Sementara itu, Puryono, koordinator Pusdalop BPBD Kabupaten Situbondo mengatakan, diakui dalam lima hari terakhir, hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Situbondo. Bahkan, sejumlah fasilitas umum rusak akibat diterjang banjir.

"Selain itu, sejumlah rumah warga juga rusak akibat hujan deras dengan intensitas tinggi. Meski demikian, tidak korban luka maupun korban jiwa, dalam bencana di Situbondo," kata Puryono.

Editor : Aris S



Berita Terkait