Wakabareskrim Polri, Irjen Asep Edi Suheri (Foto: Dok. Polri)
Jakarta - Sindikat bandar Malaysia-Indonesia diduga berada di balik berdirinya pabrik narkoba di Bogor dan Bandung.
Dua pabrik narkoba itu telah digerebek Tim Dittipidnarkoba Bareskrim Polri.
Baca juga: Tekuk Semua Lawan, PWI Kota Bogor Juarai Mini Soccer Bupati Bogor Cup 2026
Wakabareskrim Polri, Irjen Asep Edi Suheri menjelaskan, pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama Bareskrim, Polda Jawa Barat, dan Bea Cukai.
Menurut Asep, narkoba-narkoba yang diproduksi di dua tempat itu, diduga hendak diedarkan pada malam tahun baru mendatang.
Pabrik narkoba di Bogor berada di Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong. Sedangkan yang di Bandung, ada di Komplek Podomoro Park, Kecamatan Bojongsoang.
"Pengungkapan ini dimulai dari temuan paket narkotika di Kelurahan Nanggewer, Cibinong. Dari temuan tersebut, penyelidikan mengarah ke laboratorium narkoba di dua lokasi lainnya. Lab ini terhubung dengan jaringan peredaran narkoba antara Malaysia dan Indonesia," ujar Irjen Asep, Jumat (13/12/2024).
Dalam pengungkapan ini, Bareskrim Polri menangkap tiga orang dengan peran berbeda.
"Berdasarkan hasil penyelidikan, modus operandi mereka adalah menyamarkan lokasi produksi di kawasan perumahan untuk menghindari kecurigaan warga," ungkap Irjen Asep.
Baca juga: Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit, Bareskrim Sita Dokumen dan CPU Perusahaan
Dia menambahkan, operasi dimulai dengan mengamankan barang bukti berupa cairan happy water dan liquid dari sebuah mobil milik tersangka berinisial SR di Cibinong.
Penggerebekan pertama dilakukan di rumah SR di Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.
Setelah lokasi pertama, penyelidikan berlanjut ke lokasi kedua di Komplek Podomoro Park, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, pada Rabu (11/12/2024).
Di Bandung, Bareskrim Polri menangkap dua tersangka lain, yakni SP dan IV.
Baca juga: Kejar-kejaran Dramatis di Bogor Berakhir Mobil Terguling, Terduga Pelaku Pembunuhan Wanita Ditangkap
Bareskrim Polri kemudian menyita sejumlah barang bukti berupa bahan baku narkotika, mesin produksi, dan perlengkapan laboratorium.
"Pengungkapan ini menunjukkan upaya serius kepolisian dalam memutus rantai peredaran narkotika, terutama yang melibatkan jaringan internasional," tegas Irjen Asep.
Penyelidikan lebih lanjut tengah dilakukan untuk mengungkap jaringan lebih luas dari kasus ini. Irjen Asep mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.
Editor : Narendra Bakrie
