Sepeda Butut Saksi Bisu Pembunuhan Sadis Siswi MI di Banyuwangi

Sepeda Butut Saksi Bisu Pembunuhan Sadis Siswi MI di Banyuwangi © mili.id

Penampakan sepeda butut milik siswi MI di Banyuwangi korban pembunuhan (Foto: Eko Purwanto/mili.id)

Banyuwangi - Sepeda butut menjadi saksi bisu pembunuhan sadis terhadap siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi.

Kasus dugaan pembunuhan dan pemerkosaan dengan korban berinisial CN, warga setempat itu masih terus diselidiki polisi.

Baca juga: 49 Adegan Sadis! Detik-detik Badut Mainan Habisi Mertua di Mojokerto Direka Ulang

Selain TKP yang sudah rusak, peristiwa memilukan itu hampir dipastikan tanpa saksi. Polisi harus memeras otak untuk mengungkap siapa sosok pembunuh keji tersebut.

Mayat siswi MI itu ditemukan pada Rabu (13/11/2024), oleh ibu dan guru-gurunya yang melakukan pencarian.

TKP penemuan mayat rusak, lantaran korban yang tergeletak dievakuasi menuju puskesmas, dengan harapan nyawanya selamat.

Sedangkan barang bukti yang diamankan polisi saat itu, hanya berupa seragam sekolah, kancing baju yang berserakan, sepatu, serta sepeda butut milik korban.

Sementara perhiasan emas yang sehari-hari dipakai korban, yaitu anting dan kalung sudah tidak menempel di tubuh korban.

Baca juga: Fakta Baru, Usai Bercumbu Badut Penjual Mainan di Mojokerto Ngamuk Lihat Chat WA Istri dab PIL

"Sepedanya ditemukan di sungai yang nggak ada airnya. Sekitar 20 meter dari lokasi cucu saya tergeletak," ungkap Sujiati, nenek korban beberapa hari lalu.

Sedangkan kebun kosong tempat mayat korban ditemukan, juga berada di wilayah kampung halaman korban. Kampung halaman korban termasuk wilayah pelosok yang sepi aktivitas.

Dugaan bahwa korban dibunuh menguat ketika hasil autopsi keluar.

Baca juga: Tes Psikologi Ungkap Badut Pembunuh Mertua di Mojokerto Beraksi Sadar, Dipicu Emosi Keluarga

"Kondisi korban cukup memprihatinkan. Ada luka di tengkorak kepala bagian belakang dan dada. Tergambar di sana, pelaku cukup sadis," ungkap Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, Senin (18/11/2024) lalu.

Untuk mengurai kasus itu, Rama menyebut bahwa tim gabungan yang diterjunkan telah memeriksa 17 orang saksi, mulai pihak sekolah, keluarga hingga warga setempat.

Penyelidikan melibatkan Tim Satreskrim Polresta Banyuwangi, Jatanras Polda Jatim. Bahkan anjing pelacak dari Unit K-9 juga sudah diturunkan ke TKP.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait